Ratusan Warga Tamalanrea Pertaruhkan Nyawa Tolak PLTSa, Gugat Klaim Dukungan 90 Persen

Ratusan Warga Tamalanrea Pertaruhkan Nyawa Tolak PLTSa, Gugat Klaim Dukungan 90 Persen
Ratusan Warga Tamalanrea Pertaruhkan Nyawa Tolak PLTSa, Gugat Klaim Dukungan 90 Persen
Bacakan Artikel

Gugatan Atas Transparansi dan Klaim Dukungan

Salah satu sorotan tajam dalam aksi ini adalah pertanyaan masyarakat terhadap klaim bahwa dukungan terhadap rencana PLTSa telah mencapai 90 persen. Tokoh Masyarakat Kampung Mula Baru, Hj. Palle, secara terbuka menantang pihak yang mengklaim angka tersebut untuk berani tampil dan menjelaskan proses pengukurannya secara transparan kepada publik.

"Dari awal kita aksi, kita akan terus menyuarakan penolakan. Kata tolak akan terus keluar dari mulut kita semua. Saya ingin menantang pihak yang menyatakan dukungan 90 persen itu. Jangan sembunyi di balik pintu. Mari kita buka secara terang-terangan kepada masyarakat, siapa yang mendukung dan bagaimana angka 90 persen itu diperoleh," tegasnya, menyoroti ketertutupan informasi yang memicu kecurigaan.

Ketertutupan akses informasi ini dinilai warga sebagai bentuk pengabaian terhadap hak partisipasi publik. Rano, warga Mula Baru, menuntut pemerintah untuk membuka secara transparan seluruh kajian, dokumen, dan dasar pengambilan keputusan terkait rencana PLTSa.

"Publik dan warga terdampak berhak mengetahui seluruh aspek teknis maupun dampak lingkungan dari proyek ini," ujarnya, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam proyek berskala besar yang berdampak pada hajat hidup orang banyak.

Analisis Sistemik: Urgensi Pendekatan Mamminasata dan Hak Konstitusional

Nurul Fadli Gaffar dari WALHI Sulawesi Selatan memberikan perspektif kritis mengenai pengelolaan sampah di Kota Makassar. Menurutnya, sudah saatnya pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) secara menyeluruh, bukan terus-menerus membebankan persoalan ini kepada satu wilayah tertentu.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: