BIJANTA: Ketika Kesehatan Jiwa Tak Lagi Disembunyikan

BIJANTA

BIJANTA: Ketika Kesehatan Jiwa Tak Lagi Disembunyikan
Penerimaan penghargaan Gold pada kriteria Gender Equality and Social Inclusion (GEDSI) dalam InTechSEA 2026 Innovation Technology for Social & Environmental Awards oleh Arhan, S.Kep., Ns., M.Kep., Penanggung Jawab Kesehatan Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba.
Bacakan Artikel
Rika Arlianti DM

Penulis, Pegiat Isu Pendidikan dan Anak

Ada pasien yang tidak pernah datang ke fasilitas kesehatan.ย Bukan karena tidak membutuhkan pengobatan, tetapi karena keberadaannya sengaja disembunyikan. Rasa malu, stigma, dan anggapan bahwa gangguan jiwa adalah aib membuat sebagian keluarga memilih menutup rapat kondisi anggota keluarganya.

Di Kabupaten Bulukumba, persoalan itulah yang coba dijawab melalui BIJANTA (Bulukumba Integrasi Kesehatan Jiwa Terpadu).ย Inovasi yang dikembangkan sejak 2022 ini membawa satu gagasan sederhana: ODGJ bukan orang lain. Mereka adalah bagian dari keluarga dan masyarakat yang memiliki hak untuk mendapatkan pengobatan, perhatian, pendampingan, dan kehidupan yang bermartabat.

Menemukan Mereka yang Tersembunyi

BIJANTA tidak berhenti pada pelayanan di fasilitas kesehatan. Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan, pemerintah desa, keluarga, instansi, dan masyarakat bergerak untuk menemukan pasien yang selama ini belum tersentuh layanan.ย Dalam proses tersebut, ditemukan ODGJ yang belum mendapatkan pengobatan secara optimal, bahkan ada yang mengalami pemasungan.

Pendekatan yang dilakukan pun tidak sekadar membawa pasien ke fasilitas kesehatan. Keluarga diajak berbicara dan diberikan pemahaman bahwa gangguan jiwa merupakan persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan, bukan sesuatu yang harus disembunyikan.

Dari sana, BIJANTA bergerak melalui proses yang sederhana tetapi penting: menemukan, menjangkau, mengobati, mendampingi, dan membantu pasien kembali ke lingkungan sosialnya.

Tidak Menunggu Sampai Gangguan Menjadi Berat

Seiring berjalan, BIJANTA berkembang. Pelayanan kesehatan jiwa tidak lagi hanya berfokus pada pasien dengan gangguan berat, tetapi juga pada upaya menemukan masalah kesehatan jiwa sedini mungkin.

Melalui ASMARA DIJIWA, deteksi kesehatan jiwa diperluas ke berbagai lingkungan, mulai dari instansi, sekolah, lembaga pemasyarakatan, hingga masyarakat.

Persoalan seperti tekanan berat, stres, depresi, dan masalah psikologis lainnya diupayakan dapat dikenali lebih awal sehingga masyarakat dapat diarahkan untuk mendapatkan bantuan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: