Beranda blog Halaman 102

Penerapan Teknologi: Cara Menghadapi Ancaman Serius Polusi Udara di Indonesia

0

Intens.id, Jakarta – Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah, adalah negara yang subur dengan berbagai sumber daya alam yang mempesona. Namun, kekayaan alam ini juga membawa tantangan serius, salah satunya adalah masalah polusi udara.

Polusi udara adalah ancaman global yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan manusia. Artikel ini akan membahas bahaya polusi udara, dampaknya, serta upaya penanggulangannya di Indonesia, termasuk peran penting dari Air Quality Monitoring System.

Bahaya Polusi Udara

Polusi udara adalah pelepasan zat-zat berbahaya ke atmosfer yang dapat merusak kesehatan manusia dan lingkungan. Di Indonesia, sumber polusi udara utama adalah pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas industri.

Partikel-partikel kecil seperti PM2.5 dan PM10, serta gas beracun seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2), dapat mencemari udara kita secara signifikan. Ini berdampak langsung pada kualitas udara yang kita hirup setiap hari.

Dampak Polusi Udara

Polusi udara memiliki dampak serius pada kesehatan manusia. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat menyebabkan penyakit pernapasan, penyakit jantung, kanker, dan bahkan kematian dini.

Anak-anak dan orang dewasa yang lebih rentan rentan terhadap dampak buruknya. Selain itu, polusi udara juga merusak ekosistem, mengurangi produktivitas pertanian, dan mempengaruhi kualitas air dan tanah.

Upaya Penanggulangan Polusi Udara di Indonesia

Pemerintah Indonesia menyadari urgensi penanggulangan polusi udara dan telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengurangi dampaknya. Salah satu alat penting yang digunakan adalah Air Quality Monitoring System (AQMS) dari Mertani. AQMS adalah sistem pemantauan kualitas udara yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

AQMS bertujuan untuk mengumpulkan data tentang tingkat polusi udara di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan bantuan teknologi canggih, AQMS dapat mendeteksi konsentrasi berbagai polutan udara seperti PM2.5, PM10, SO2, NO2, karbon monoksida (CO), dan ozon (O3). Data ini sangat penting untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang rentan terhadap polusi udara tinggi.

Air Quality Monitoring System

 

Cara AQMS Bekerja

AQMS menggunakan jaringan sensor yang tersebar di seluruh Indonesia. Sensor-sensor ini secara terus-menerus mengukur kualitas udara dan mengirimkan data ke pusat pengendalian. Data ini kemudian dianalisis untuk menghasilkan indeks kualitas udara dan informasi yang diberikan kepada masyarakat melalui berbagai platform komunikasi.

Manfaat AQMS

Penggunaan AQMS memberikan manfaat yang signifikan. Pertama, AQMS memungkinkan pemerintah untuk memantau dan mengendalikan polusi udara secara lebih efektif. Dengan data yang akurat dan real-time, langkah-langkah penanggulangan polusi dapat diambil dengan cepat. Kedua, AQMS memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, memungkinkan individu untuk mengambil tindakan yang tepat guna melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka dari dampak buruk polusi udara.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun langkah-langkah positif telah diambil, penanggulangan polusi udara di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Perlu ada lebih banyak investasi dalam infrastruktur AQMS, pelatihan untuk personel yang mengelolanya, dan kampanye penyadaran masyarakat yang lebih luas. Diharapkan bahwa upaya bersama dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat akan memperbaiki kualitas udara di Indonesia.

Dapatkan berbagai informasi terkait solusi IoT lainnya pada link berikut:

Website: www.mertani.co.id,  YouTube: mertani official, Instagram: @mertani_indonesia, Linkedin: PT Mertani, Tiktok: mertaniofficial  (*)

Bantu Pelaku Usaha Dirikan Perseroan Perorangan, Unit Pasar Baruga Gelar FGD

0

Intens.id, Kendari – Unit Pasar Baruga Kota Kendari menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pendapingan pendirian perseroan perorangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Kendari. Kegiatan ini berlangsung di halaman Pasar Baruga, Rabu (6/9/2023).

FGD ini melibatkan sejumlah unsur terkait sebagai narasumber yang memberikan penjelasan tentang kemudahan membuat PT Perorangan termasuk hak dan kewajiban pelaku UMKM dalam pembuatan PT Perorangan ini. Narasumber FGD ini yakni dari unsur Polda Sulawesi Tenggara, Kemenkumham Sultra dan Kadin Sultra. Kegiatan ini diharapkan para pelaku usaha bisa memiliki badan hukum sendiri untuk mewujudkan pelaku usaha yang tertib dan taat hukum.

Untuk diketahui, Perseroan Perorangan atau PT Perorangan diluncurkan pada Oktober 2021 oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM RI. Kebijakan ini, memberikan kemudahan bagi para pengusaha kecil dan mikro dalam mendirikan badan usaha sendiri tanpa partner dengan biaya yang sangat murah.

Untuk mendaftarkan PT perorangan ini cukup dengan membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp50.000, pelaku usaha kecil dan mikro sudah bisa punya PT atau badan usaha resmi sendiri. Selain itu pendirian Perseroan Perorangan ini juga tidak memerlukan akta notaris untuk pendiriannya, melainkan pernyataan pendirian perorangan.

PT Perorangan hanya dapat didirikan untuk kriteria usaha mikro dan kecil sesuai dengan PP No 7 tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, Dan Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah. Beberapa persyaratan yang perlu di persiapkan sebelum mendaftar antara lain, KTP, NPWP dan alamat email valid.

Masyarakat juga bisa melakukan pendaftaran mandiri secara online melalui https://ptp.ahu.go.id/ atau jika masih membutuhkan informasi lebih lanjut maupun dibantu mendaftar, dapat langsung mengunjungi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di tiap-tiap Provinsi wilayah masing-masing. (*)

Paparkan PAKINTA di Forum Internasional, Firman Pagarra Menjadi Narasumber Workshop Pajak ADB

0
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar Firman Hamid Pagarra
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar Firman Hamid Pagarra

Intens.id, Jepang – Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar Firman Hamid Pagarra, menjadi pembicara pada “Regional Workshop on Strengthening Property Tax Management to Enhance Local Revenue” yang diadakan di Takaoka, Jepang pada hari Selasa 05 September 2023.

Pelatihan workshop yang diselenggarakan oleh Asian Development Bank ADB, mengundang 23 peserta dari 10 negara yakni Armenia, Kamboja, Indonesia, Kyrgyz Republic, Laos, Nepal, Philipina, Tiongkok, Sri Langka, dan Thailand. Dari Indonesia ada 2(dua) peserta lainnya yakni Direktur Pendapatan Kemendagri, Hendriwan Imron dan Mirni Sumiyati, Analis Pajak Direktorat Pendapatan Dirjen Keuangan Daerah.

Selain Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar, ada beberapa narasumber internasional lainnya diantaranya, Stephane Gil (Senior International Property Tax Consultant, ADB), Paul Bidanset (International Property Tax Management Consultant-IT System ADB), Krishna Pathak (Senior Public Management Officer, ADB), Sirinun Maikong, (Economist, Tax Policy Bureau, Fiscal Policy Office, Ministry of Finance, Thailand) dan Roy Kelly, (Professor Emeritus of the Practice of Public Policy, Sanford School of Public Policy, Duke University).

Mantan Kadis DPM-PTSP ini memaparkan tentang peningkatan PAD Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar yang ditopang oleh adanya aplikasi PAKINTA (Pajak Terintegrasi dan Terdigitalisasi) dan juga pemetaan peta blok Pajak Bumi Bangunan (PBB-P2).

“Semenjak adanya PAKINTA, terjadi kenaikan pembayaran PBB dari kisaran angka 180 Miliar Rupiah di Tahun 2021 menjadi 213 Miliar di Tahun 2022. Begitupun dengan adanya pemetaan peta blok PBB yang berbasis GIS di 2 (dua) kecamatan Manggala dan Tamalate di Tahun 2022 menjadikan kenaikan dari total 98,428 Nomor Objek Pajak di tahun 2021 menjadi 108,192 Nomor Objek Pajak di Tahun 2022” tegas Firman.

Lebih jauh, mantan alumni S2 Australia ini menjelaskan bagaimana Public Engagement dalam hal pemetaan peta blok PBB melibatkan peran dari Tokoh Masyarakat, Ketua RT, Ketua RW demi mengetahui detail titik lokasi NOP dari para wajib pajak.

“Dengan adanya kedua sistem tersebut PAKINTA dan Pemetaan Peta Blok PBB menjadikan kondisi PAD Kota Makassar menjadi 1,3 Triliun dari tahun sebelumnya dan akan menuju PAD 2 Triliun sesuai dengan yang tercantum dalam Visi dan Misi Kota Makassar” ujar Firman Pagarra.

Acara pelatihan ini dibuka oleh Wali Kota Takaoka, Yuki Kakuda dan juga diikuti oleh Senior Consultant dari PASCO dan JICA (Japan International Cooperation Agency). Workshop berlangsung dari tanggal 4 hingga 8 September 2023 di 2 (dua) Kota yakni Takaoka dan Tokyo, Jepang.

Tuan Rumah Forum ASEAN, Danny Pomanto Dampingi Mensos Tri Rismaharini Tinjau Sentra Wirajaya Makassar

0
Menteri Sosial (Tri Rismaharini) saat meninjau Sentra Wirajaya Makassar didampingi Wali Kota Makassar (Danny Pomanto)
Menteri Sosial (Tri Rismaharini) saat meninjau Sentra Wirajaya Makassar didampingi Wali Kota Makassar (Danny Pomanto)

Intens.id, Makassar – Kota Makassar lagi-lagi mendapatkan penghargaan menjadi tuan rumah ASEAN High-Level Forum (AHLF) on Disability-Inclusive Development and Partnership Beyond 2025.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto secara khusus mendampingi Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini meninjau Sentra Wirajaya Makassar, di Jalan AP Pettarani, Rabu (6/09/2023).

Sentra Wirajaya Makassar rencananya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan ASEAN High-Level Forum Disability-Inclusive Development and Partnership Beyond 2025 di Kota Makassar pada 9-13 Oktober 2023, mendatang.

“Ada banyak yang kita benahi, mulai dari taman sampai toilet karena kita mau ramah disabilitas,” singkat Mensos Tri Rismaharini.

Sementara Wali Kota Makassar Danny Pomanto siap mendukung event International tersebut. Khususnya dalam mempercepat pembenahan-pembenahan yang ada di Kawasan Sentra Wirajaya Makassar.

“Bu Mensos sendiri yang benahi tadi, dia mau bikin di Balai Sosial (Sentra Wirajaya Makassar) dan Benteng Fort Rotterdam. Beliau sendiri yang urus teknisnya, saya tinggal mendukung apa perintah bu Mensos,” kata Danny Pomanto.

Karena itu, ia siap menjadi tuan rumah ASEAN High-Level Forum Disability-Inclusive Development and Partnership Beyond 2024. Terlebih lagi Kota Makassar tahun ini sudah menjamu banyak tamu dari berbagai negara.

Seperti menjamu marinir dari 35 negara pada event Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) Juni lalu, 16 negara di Makassar International Eight Festival and Forum (F8), dan ASEAN Architect Congress.

“Tahun ini kita banyak menjadi tuan rumah untuk event-event baik nasional maupun Internasional,” tutupnya.

Diketahui, forum ini akan diikuti AMMSWD Ministers, Badan Sektor ASEAN, Organisasi Penyandang Disabilitas, Pusat Studi Asean dan Pusat Studi Disabilitas Universitas di Indonesia, hingga sektor Swasta.

Forum ini bertujuan mengidentifikasi tantangan di kawasan dalam memperkuat pembangunan yang inklusif disabilitas, membahas rekomendasi konkrit serta rencana aksi mempercepat implementasi ASEAN Enabling Masterplan 2025.

Memperkuat pembangunan dan kemitraan yang inklusif disabilitas, memberdayakan penyandang disabilitas dalam kewirausahaan, pemulihan dan membangun ketahanan.

Serta berkontribusi pada perumusan narasi inklusi disabilitas yang lebih kuat dalam visi komunitas pasca 2025.

Program Pendampingan Warga Belajar: Upaya Transformasi Pendidikan dan Pembangunan Manusia di Kabupaten Banjarnegara

0
(Abi Umaroh: Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Banjarnegara)

Abi Umaroh
(Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Banjarnegara)

Intens.id – “Ngapain sekolah, kerja aja dapet duit”, ujar orang tua kepada anaknya, ungkapan ini bukanlah hal yang asing bagi kita, mencerminkan fakta bahwa kesadaran mengenai pentingnya pendidikan belum merata sepenuhnya—khususnya pada kalangan orang tua di wilayah pedesaan.

Pemahaman pragmatis yang mengesampingkan nilai pendidikan ini justru membawa dampak negatif terhadap usaha percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta potensi bonus demografi pada tahun 2045. Secara langsung maupun tidak langsung persoalan ini dapat menghambat pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan aspek pendidikan sebagai salah satu pilar utama.

Pasca Pandemi Covid-19, Data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) mengungkapkan  dari tahun 2021 hingga 2022, terjadi peningkatan yang signifikan dalam angka putus sekolah di berbagai tingkatan pendidikan.

Pada tahun 2021, peningkatan tercatat di tingkat SD sebesar 0,12%, SMP naik 0,90%, dan SMA mengalami kenaikan 1,12%. Sedangkan, di tahun 2022, peningkatan tersebut semakin meningkat, terutama di tingkat SD dengan angka 0,13%, di SMP naik menjadi 1,06%, dan di SMA mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu 1,38% hal ini menggambarkan terdapat 13 dari 1.000 pelajar putus sekolah. Data ini mengindikasikan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia semakin mendalam. (Susenas,2022)

Tingkat kesulitan dalam sektor pendidikan turut termanifestasi di Kabupaten Banjarnegara, yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Data menunjukkan bahwa rata-rata usia sekolah remaja berusia 25 tahun hanya mencapai 6,75 tahun. Angka ini memiliki implikasi pada penilaian Indeks Pembangunan Manusia di wilayah tersebut, yang tercatat senilai 67,86.

Situasi ini menggambarkan tantangan serius yang dihadapi dalam mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan dan meningkatkan nilai indeks pembangunan manusia di tingkat lokal (BPS Banjarnegara Dalam Angka, 2022).

Faktor-faktor yang berkontribusi pada persoalan pendidikan di Kabupaten Banjarnegara muncul dalam dua aspek pokok. Pertama, kondisi ekonomi yang cenderung rendah di beberapa wilayah turut memperparah situasi.

Hal ini tercermin dari lebih dari 140 ribu penduduk yang hidup dalam kondisi kemiskinan sepanjang tahun 2014 hingga 2021, dalam total populasi penduduk Kabupaten Banjarnegara yang mencapai 923.192 ribu jiwa. Kondisi ekonomi ini secara signifikan mempengaruhi akses pendidikan yang terbatas, menghambat perkembangan anak-anak dan remaja dalam mendapatkan pendidikan yang layak. (Susenas, 2022)

Kedua, tren meningkatnya pernikahan dini juga memiliki pengaruh yang signifikan. Angka pernikahan dini mencapai 554 kasus pada tahun 2022, hal tersebut mencerminkan tingginya frekuensi pernikahan pada usia yang belum layak.

Keputusan untuk menikah pada usia dini ini cenderung memaksa anak-anak dan remaja untuk menghentikan pendidikan lebih awal. Akibatnya, peluang pendidikan yang terbatas bukan hanya menjadi isu, tetapi juga ada potensi untuk mempertahankan siklus kemiskinan dan ketidaksetaraan pendidikan. (Kemenag Banjarnegara,2022).

Kedua faktor ini secara bersama-sama menyumbang kompleksitas persoalan pendidikan yang mendalam di Banjarnegara. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas antar berbagai elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk bersama-sama berkolaborasi dalam mengatasi persoalan ini. Upaya kolaboratif ini menjadi kunci dalam merumuskan solusi yang berkelanjutan, dengan melibatkan segenap potensi lokal, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan tokoh-tokoh inspiratif.

Sebagai respons konkret atas keprihatinan tersebut, muncul inisiasi “Program Pendampingan Warga Belajar”, sebuah varian alternatif dari program kejar paket. Program ini bertujuan memberikan peluang pendidikan dan pemberdayaan softskill  bagi masyarakat utamanya anak – anak yang belum mendapat kesempatan mengenyam pendidikan formal.

Inisiasi ini digagas oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Banjarnegara yang dikolaborasikan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, dengan tanggung jawab melakukan pendataan dan menyediakan fasilitas, serta memberikan tenaga pengajar dan konsep pembelajaran. Langkah ini mengutamakan upaya mengatasi persoalan putus sekolah dan rendahnya angka Indeks Pembangunan Manusia, dengan 4 (empat) sasaran program, yaitu:

Pertama, Pendidikan Formal dan Softskill: Program ini tidak hanya berkutat pada materi pelajaran formal, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan softskill yang krusial. Peserta akan dibekali dengan keterampilan seperti komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan adaptabilitas, untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Kedua, Frekuensi dan Tempat: kegiatan ini direncanakan akan berlangsung sekali dalam satu pekan, pada hari Sabtu. Dengan demikian, pelajar dewasa yang ingin kembali melanjutkan pendidikan memiliki fleksibilitas waktu. Sedangkan, pilot project program ini akan dimulai di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah awal untuk mengukur efektivitas dan dampaknya.

Ketiga, Kemitraan antara PD IPM dan Dindikpora: Kolaborasi antara PD IPM dan Dindikpora menjembatani kebutuhan pendidikan dan dukungan akademis. PD IPM akan memastikan calon warga belajar terdata dengan baik, sementara Dindikpora akan menghadirkan tenaga pengajar berkualitas dan kurikulum pembelajaran yang sesuai.

Keempat, Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia : Langkah ini akan berperan penting dalam mendorong terwujudnya tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) di sektor pendidikan, dengan fokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Banjarnegara. Peningkatan ini tidak hanya terukur dari segi pendidikan formal, tetapi juga peningkatan soft skill dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Program Pendampingan Warga Belajar merespons permasalahan rendahnya indeks pembangunan manusia dan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Banjarnegara. Dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan pengembangan softskill,  meningkatkan kualifikasi, tetapi juga membentuk individu yang siap menghadapi masa depan. Kolaborasi antara PD IPM  dan Dindikpora menjanjikan perubahan positif dalam pendidikan dan pengembangan SDM di Banjarnegara.

Program Pendampingan Warga Belajar dan pemberdayaan softskill memiliki peran penting dalam pengembangan holistik individu.

Pada jangka pendek, Pendampingan Warga Belajar memberikan peluang pendidikan formal lebih cepat, juga keterampilan dasar yang relevan untuk akses lapangan pekerjaan, mengatasi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan kualifikasi tenaga kerja.

Pada jangka menengah, program Pendampingan Warga Belajar dan pemberdayaan softskill membentuk dasar perkembangan dan karier, sementara jangka panjangnya menghasilkan dampak lebih dalam, meningkatkan mobilitas sosial dan kontribusi masyarakat. Secara keseluruhan, program ini berperan penting membentuk individu yang siap menghadapi dunia modern, memberikan peluang pendidikan, keterampilan, perkembangan karier, dan kontribusi masyarakat.

Harapannya, program ini dapat termasifikasi tidak hanya di Kabupaten Banjarnegara, tetapi juga merambat ke seluruh penjuru Indonesia. Dengan demikian, peluang untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan tambahan bisa diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Melalui kolaborasi yang kuat, inisiatif semacam ini mampu mendukung pembentukan Sumber Daya Manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan di masa depan, sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai status “Indonesia Emas” pada tahun 2045.(*)

Menaker: PBK Berikan Kontribusi Penting bagi Daerah

0
Ida Fauziyah saat mengunjungi Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Panen Hasil Tanaman Hidroponik
Ida Fauziyah saat mengunjungi Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Panen Hasil Tanaman Hidroponik

Intens.id, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah bersama Staf Khusus Menaker Reza Hafiz Akbar dan Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker, Muhammad Ali,  meninjau Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) serta melakukan panen hasil tanaman hidroponik warga di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2023).

Usai melakukan peninjauan dan sosialisasi,  Menaker Ida mengatakan, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) menjadi bagian suatu proses peningkatan produktivitas dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi suatu daerah.

“Ini bagian dari skilling, reskilling dan upskilling bagi bapak ibu, yang kedepannya diharapkan bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha sendiri,” ucap Menaker Ida.

Selain itu, lanjut Menaker, sosialisasi yang dilakukan pihaknya, juga untuk memberikan pemahaman mengenai peningkatan keterampilan melalui pelatihan serta memastikan bahwa informasi mengenai pelatihan ini tersebar dengan jelas dan merata.

“Bapak ibu sudah paham belum apa manfaat dari pelatihan ? saya ingatkan betapa pentingnya pelatihan bagi kita semua, tak peduli berapa pun usia kita,” katanya.

Menaker menegaskan, pelatihan adalah kunci untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan konsep pembelajaran sepanjang hayat untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Saya yakin, melalui semangat kerja keras, kita semua dapat meraih manfaat dari pelatihan untuk membuka pintu bagi masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.

Kementan RI Beri Bantuan Bibit Cabai, Fatmawati Rusdi : Terima Kasih Sudah Dukung Pengembangan Lorong Wisata

0

Intens.id, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menghadiri jalan santai Tani On Stage yang digelar Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, di Anjungan Pantai Losari, Minggu (03/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kota Makassar dan beberapa bupati dan wakil bupati di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi membahas terkait Lorong Wisata Kota Makassar yang tahun ini bertambah jumlahnya menjadi sekitar 2.000 lorong. Dari tahun sebelumnya hanya 1.096 lorong.

Peningkatan tersebut sesuai target Pemerintah Kota Makassar satu tahun seribu lorong.

Tak lupa ia juga berterima kasih kepada pihak Kementan RI karena selama ini telah memberikan dukungan dan apresiasi kepada Lorong Wisata.

“Tak henti-hentinya kita ganggu dirjen hortikultura, perkebunan. Melalui program Longwis ini pak Mentan, kita bisa memenuhi pangan keluarga, lahan-lahan bisa kita manfaatkan untuk hasil tani,” ucap Fatmawati.

Pada kesempatan yang sama, Fatmawati Rusdi tak lupa berterima kasih karena telah mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa bibit cabai sebanyak 1 juta Polybag.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Saya dengan tadi kita dapat bantuan 1 juta bibit cabai. Sekedar penyampaian pak Mentan kegiatan Lorong Wisata melibatkan 2.000 Kelompok Wanita Tani (KWT),” sebutnya.

Sementara, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan kesehatan itu yang utama. Makan hasil pertanian jauh lebih menyehatkan.

“Tentunya kita pilih sehat. Kita makan hasil olahan pertanian sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan kita khususnya warga Makassar, Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Jalan Santai On Stage ini mengangkat tema “Jago Pertanian dan Kokoh Bangsa” diikuti oleh ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Tak hanya jalan santai, kegiatan ini juga ada sesi talk show dengan pelaku usaha perkebunan, peternakan dan usaha tanaman pangan. Serta banyak doorprize yang disediakan seperti sepeda gunung, listrik dan tiket umroh.

Presiden Jokowi Nyatakan Kesiapan Indonesia Gelar KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta

0
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Intens.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia telah siap menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 ASEAN yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada tanggal 5-7 September mendatang. Namun demikian, menurut Presiden masih ada detail-detail persiapan yang harus segera dirampungkan.

“Ya saya melihat persiapan sudah 99,99 persen siap kita melaksanakan ASEAN Summit dan ya kecil-kecil tadi yang perlu dirampungkan dalam sehari dua hari ini,” kata Presiden kepada awak media usai meninjau lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN, pada Jumat, 1 September 2023.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan bahwa 22 negara yang terdiri atas 11 negara ASEAN dan 9 negara mitra akan hadir pada KTT ASEAN ini. Selain itu, ASEAN juga mengundang dua negara lain yaitu Bangladesh sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Kepulauan Cook sebagai Ketua Pacific Island Forum (PIF).

“Kenapa IORA dan PIF itu diundang karena salah satu prioritas kita kali ini adalah Indo Pasifik damai, stabil, sejahtera, inklusif. Jadi pada saat kita bicara Indo Pasifik ada sisi di pasifik selatan, ada sisi di Indian Ocean Rim yang harus mulai kita rangkul dan di dalam KTT nanti ada kerja sama antara Sekretariat ASEAN dengan Sekretariat IORA dan PIF,” ucap Retno.

Selain itu, Retno juga mengonfirmasi bahwa sejumlah organisasi internasional akan turut hadir pada KTT ini. “Plus organisasi internasional yang menjadi mitra ASEAN yaitu PBB, Sekjen PBB akan hadir, plus akan hadir juga World Bank, IMF, kemudian World Economic Forum, tadi IORA, PIF. Jadi totalnya ada 22 negara plus 9 organisasi internasional,” lanjutnya.

Berbeda dari KTT ASEAN di Labuan Bajo sebelumnya, Menlu menyampaikan bahwa Presiden akan memimpin 12 pertemuan pada rangkaian kegiatan KTT ASEAN Ke-43 ini. Tidak hanya itu, Kepala Negara juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara yang hadir.

“Kali ini ada 12 KTT yang harus dipimpin oleh Bapak Presiden plus pertemuan bilateralnya itu so far, ini masih akan nambah terus, sudah 13 pertemuan bilateral. Jadi teman-teman bisa bayangkan dalam 3 hari Bapak Presiden harus memimpin 25 pertemuan, 12 di antaranya adalah KTT,” jelas Menlu Retno.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meninjau terlebih dahulu kesiapan sejumlah infrastruktur yang akan digunakan untuk penyelenggaraan KTT Ke-43 ASEAN, antara lain lokasi ketibaan para pemimpin negara, ruang pertemuan, hingga pusat media.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Diresmikan Gubernur Andalan, Jembatan Pacongkang Gunakan APBD Provinsi Sulawesi Selatan

0
Jembatan Andalan Pacongkang di Kabupaten Soppeng
Jembatan Andalan Pacongkang di Kabupaten Soppeng

Intens.id, Soppeng – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan telah menganggarkan senilai Rp75 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk rekonstruksi Jembatan Andalan Pacongkang di Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.

Sebelumnya Jembatan Pacongkang menggunakan kayu sehingga mudah lapuk namun kali ini jembatan ini menggunakan pelengkung rangka baja terpanjang di Sulawesi Selatan

Jembatan itu memiliki panjang bentang pada bagian tengah 128 meter, bentang kiri kanan masing-masing 25 meter sehingga total bentang jembatan memiliki panjang 180 meter dan lebar tujuh meter dengan trotoar kiri kanan masing-masing satu meter dan diresmikan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman atau biasa disapa Andalan, Rabu, (23/8/2023).

“Alhamdulillah meresmikan jembatan pelengkung rangka baja terpanjang di Sulsel, Jembatan Andalan Pacongkang di Kabupaten Soppeng menggunakan APBD Pemprov Sulsel,” katanya.

Selain pelengkung rangka baja, Jembatan Andalan Pacongkang juga dilengkapi alat peredam gempa yang dinamakan Lead Rubber Bearing (LRB). Dan dapat dimanfaatkan sekitar wilayah Soppeng untuk ke lokasi objek Wisata Citta, jelasnya.

Masyarakat Desa Rompi Gading turut merasa senang dan bahagia dengan digunakannya Jembatan Andalan Pacongkang, akses transportasi lebih mudah dari jembatan sebelumnya.

“Kami sangat senang bahagia Jembatan Andalan Pacongkang ini telah diresmikan, akses transportasi semakin mudah”, ungkap Kepala Desa (Kades) Rompi Gading, Sakmawati Rahman, Jum’at, (25/8). (*)

 

Live Painting F8 Makassar, Tumbuhkan Kecintaan Masyarakat Akan Seni

0
Live Painting F8 Makassar
Live Painting F8 Makassar

Intens.id, Makassar –  Live Painting, salah satu seni yang menuntut skill para pelukis untuk mampu menunjukkan bakat mereka secara langsung dihadapan publik.

Live Painting kini hadir di Event Internasional Makassar Eight Festival and Forum, tepatnya di zona 4 Anjungan Pantai Losari, Jumat (25/08/2023).

Sekitar 20 seniman, turut meramaikan dan menampilkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan lukisan, salah satunya adalah Roy, yang juga tergabung dalam komunitas ruang seni rupa Makassar, yang turut serta dalam Live Painting.

“Sasaran utama dari Live Painting sebenarnya agar masyarakat dapat lebih mencintai seni. Dengan pendekatan seperti ini diharapkan masyarakat dapat melihat dan sharing bersama tentang teknik melukis,” ujarnya.

Dihari ke tiga pelaksanaan F8, Roy telah menyelesaikan 20 lukisan, serta mengikutkan dua karyanya dalam pameran lukisan.

“Setiap seniman memiliki skillnya tersendiri, semisal melukis sketsa, portrait, ataupun lainnya, namun tetap mengupayakan agar mampu memenuhi permintaan klien,” lanjut Roy, yang lebih menggeluti lukisan jenis sketsa.

Roy bersama para seniman lainnya, mengajak pengunjung F8, untuk turut terlibat menggoreskan kuas di sketsa, agar dapat turut merasakan kedamaian saat melukis.

“F8 event yang sangat memperhatikan seniman, memberi ruang untuk memperkenalkan seni kepada masyarakat, dengan pilihan lokasi di pantai Losari sangat tepat untuk mencari inspirasi,” tuturnya.