Kepergian Dr. Andi Muhammad Raffi: Pilar Pengembangan SDM Kehutanan Berpulang, Tinggalkan Jejak Dedikasi Tak Terganti

Kepergian Dr. Andi Muhammad Raffi: Pilar Pengembangan SDM Kehutanan Berpulang, Tinggalkan Jejak Dedikasi Tak Terganti
Kepergian Dr. Andi Muhammad Raffi: Pilar Pengembangan SDM Kehutanan Berpulang, Tinggalkan Jejak Dedikasi Tak Terganti
Bacakan Artikel

Intens.id, - Keluarga besar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan berduka cita mendalam atas berpulangnya salah satu pilar utama mereka, Dr. Ir. Andi Muhammad Raffi, MP. Widyaiswara Ahli Utama Pusat Pelatihan SDM Kementerian Kehutanan ini meninggal dunia pada Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 04.45 WIB di RSUD Karya Bakti, meninggalkan warisan dedikasi yang tak terhapuskan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor kehutanan nasional.

Kepergian sosok yang dikenal memiliki integritas dan komitmen tinggi ini menjadi kehilangan besar bagi upaya penguatan kapasitas aparatur dan profesional di bidang kehutanan, sebuah sektor krusial bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi Indonesia. Jenazah almarhum disemayamkan di Pusdiklat SDM Kementerian Kehutanan sebelum siang harinya diberangkatkan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sesuai rencana, jenazah akan diterbangkan ke Makassar pada pukul 17.00 WIB untuk dikebumikan di tanah kelahirannya.

Kehilangan mendadak ini menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga inti, namun juga bagi ribuan insan kehutanan yang pernah merasakan bimbingan, ilmu, dan keteladanan beliau sepanjang kariernya. Dr. Ir. Andi Muhammad Raffi, yang lahir di Soppeng pada 22 November 1962, mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemajuan kehutanan Indonesia.

Sepanjang perjalanan panjang pengabdiannya di Kementerian Kehutanan, almarhum secara konsisten dikenal sebagai figur yang memegang teguh dedikasi dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. Peran seorang Widyaiswara Ahli Utama, seperti yang diemban almarhum, adalah jantung dari proses transfer ilmu dan pembentukan kompetensi, memastikan bahwa kebijakan dan praktik kehutanan dijalankan oleh individu-individu yang mumpuni dan berintegritas.

Sebagian besar jejak karier almarhum terukir di Balai Diklat Kehutanan (BDK) Makassar. Di sana, beliau menjadi saksi sekaligus pelaku aktif dalam berbagai perubahan nomenklatur dan transformasi kelembagaan. Namun, di tengah dinamika tersebut, semangat pengabdiannya untuk membangun dan meningkatkan kompetensi SDM kehutanan tidak pernah surut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: