Kepergian Dr. Andi Muhammad Raffi: Pilar Pengembangan SDM Kehutanan Berpulang, Tinggalkan Jejak Dedikasi Tak Terganti

Kepergian Dr. Andi Muhammad Raffi: Pilar Pengembangan SDM Kehutanan Berpulang, Tinggalkan Jejak Dedikasi Tak Terganti
Kepergian Dr. Andi Muhammad Raffi: Pilar Pengembangan SDM Kehutanan Berpulang, Tinggalkan Jejak Dedikasi Tak Terganti
Bacakan Artikel

Lingkungan BDK Makassar, dan satuan kerja yang kemudian menjadi bagian dari transformasi kelembagaan pengembangan SDM kehutanan, menjadi saksi bisu bagaimana almarhum meninggalkan segudang kenangan, ilmu, pengalaman, serta keteladanan yang tak ternilai bagi rekan kerja maupun peserta pelatihan yang datang silih berganti.

Perjalanannya mencapai puncak ketika beliau menduduki jenjang Widyaiswara Ahli Utama. Setelah itu, almarhum mutasi ke Pusat Pelatihan SDM Kementerian Kehutanan di Bogor, melanjutkan estafet pengabdiannya dalam pengembangan kompetensi aparatur dan sumber daya manusia bidang kehutanan di tingkat yang lebih strategis.

Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu figur kunci dalam perumusan kurikulum, metodologi pelatihan, dan standar kompetensi yang membentuk kualitas SDM kehutanan di seluruh Indonesia. Keahlian beliau tidak hanya terbatas pada aspek teknis, namun juga mencakup pemahaman mendalam tentang tantangan sistemik yang dihadapi sektor kehutanan, mulai dari isu deforestasi, konflik lahan, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.ย 

Kepergian Dr. Ir. Andi Muhammad Raffi, MP, ini merupakan kehilangan yang signifikan bagi keluarga besar BP2SDM Kementerian Kehutanan. Khususnya, bagi para insan pendidikan dan pelatihan kehutanan yang pernah bekerja, belajar, dan berinteraksi langsung dengan beliau. Dalam konteks yang lebih luas, ketiadaan sosok berdedikasi seperti almarhum berpotensi meninggalkan celah dalam upaya berkelanjutan untuk mencetak generasi penerus yang kompeten dan berintegritas di sektor kehutanan, sebuah sektor yang kerap berhadapan dengan kompleksitas kebijakan dan tekanan eksploitasi.

Dedikasi, ilmu, pengalaman, dan keteladanan yang telah diberikan almarhum selama menjalankan tugasnya akan terus menjadi bagian dari jejak pengabdian yang abadi dan dikenang oleh banyak pihak. Warisan ini menjadi pengingat akan pentingnya komitmen individu dalam membangun kapasitas sistemik suatu institusi, terutama di bidang krusial seperti kehutanan yang membutuhkan keahlian dan kepemimpinan yang kuat.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: