Hutan Merdeka VII, Suara Difabel dan Hak Kelola Masyarakat Mengemuka

Hutan Merdeka VII, Suara Difabel dan Hak Kelola Masyarakat Mengemuka
Pakarena Pepe di pembukaan kegiatan Hutan Merdeka VII 2026 di Lantebung Makassar. Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.id - Perubahan iklim yang kian nyata, ratusan pemuda dari berbagai komunitas di Makassar memilih aksi nyatw. Mereka menanam 2026 bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Lantebung, Makassar, pada 12-13 September 2026, sebagai benteng hidup melawan abrasi, kenaikan permukaan air laut, dan cuaca ekstrem yang semakin terasa. Aksi ini merupakan bagian dari kegiatan Hutan Merdeka VII yang diinisiasi Ikatan Keluarga Lantebung (IKAL).

Mengusung tema "Mangrove Adalah Senjata Alami Melawan Perubahan Iklim", Hutan Merdeka VII, Bibit mangrove yang ditanam menjadi simbol komitmen pribadi untuk terlibat langsung dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Rangkaian acara dirancang padat, mencakup kemah, tari tradisional Pakarena Pepe, diskusi, pameran foto, panggung ekspresi, permainan, penanaman mangrove, hingga aksi bersih-bersih lingkungan. Kehadiran tari tradisional dan Pakarena Pepe juga mengingatkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga warisan budaya.

Bagi generasi muda Lantebung, perubahan iklim bukan isu yang jauh. Dampaknya sudah terasa langsung di lingkungan mereka, seperti suhu yang semakin panas, serta hasil tangkapan nelayan yang mulai berkurang. Dengan menanam mangrove, mereka memilih menjadi bagian dari solusi aktif.

Ketua Panitia Hutan Merdeka VII, Muh. Ismail, menyambut antusias puluhan komunitas dan ratusan peserta yang hadir. Ia juga mengapresiasi masyarakat Lantebung yang konsisten mendukung kegiatan para pemuda.

"Kita terus mendorong rasa kepemilikan atas mangrove yang ada di pesisir Lantebung, agar kita semua menjaga dan merawatnya," tegas Ismail.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: