Hijrah dan Refleksi Muharram; Bulan Iman, Perlawanan, dan Keadilan

Oleh: Inra Kurniawan (Fungsionaris Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Sulawesi Selatan). Muharram bukan hanya pembuka tahun baru Islam, tetapi juga pengingat akan sejarah kelam yang menyimpan...

Hijrah dan Refleksi Muharram; Bulan Iman, Perlawanan, dan Keadilan
Bacakan Artikel

Pemikiran Nurcholish Madjid (Cak Nur) memberibanyak landasan diskursus tentang banyak hal khususnya dalam praktek penyelenggaraan negara dalam konteks Indonesia modern. Cak Nur menolak keras penyalahgunaan agama untuk kekuasaan. Baginya, agama harus menjadi kekuatan moral, bukan ideologi politik yang menjustifikasi kediktatoran.

Lebih lanjut cak Nur menjelaskan bahwa Islam adalah agama kebebasan, bukan agama kekuasaan. Kekuasaan bisa membusukkan agama jika tidak ada kebebasan dan keadilan. Ini sangat selaras dengan pilihan Husain di Karbalayang tidak memperjuangkan kekuasaan, tetapi martabat nilai. Spirit ini penting ditanamkan kembali di tengah budaya politik Indonesia yang pragmatis.

Keberanian Menjadi Minoritas dalam Kebenaran

Salah satu pelajaran terbesar dari Karbala adalah keteguhan dalam kesendirian. Imam Husain mengetahui bahwa dirinya kalah secara jumlah dan kekuatan. Tetapi ia tidak ragu memilih jalan sunyi. Cak Nur menyebut bahwa iman bukan hanya kesetiaan personal, melainkan sikap eksistensial melawan penindasan.

Dalam konteks Indonesia, ada cukup banyak orang yang kerap mengalami kesendirian moral. Mereka berdiri di garis yang benar, namun diabaikan oleh mayoritas yang diam atau memilih nyaman dalam sistem yang resisten dan terjadi pelemahan. Pada titik inilah spirit dan pesan Muharram menjadi sumber kekuatan moralbahwa kesendirian dalam kebenaran lebih mulia daripada kebersamaan dalam kebatilan.

Keadilan Sebagai Inti Tauhid Sosial

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: