Gakkum Kemenhut Bongkar Jaringan Penyelundupan Reptil Internasional, Buru Dua WNA Tersangka

Gakkum Kemenhut Bongkar Jaringan Penyelundupan Reptil Internasional, Buru Dua WNA Tersangka
Sanca Hijau (Foto: Gakkum Kemenhut)
Bacakan Artikel
Tim Redaksi Intens.id

Intens.id - Sederhana Mengabarkan

Tim Redaksi Intens.id

Artikel terbaru dari Tim Redaksi Intens.id (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Intens.id, Jakarta – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan berhasil menggeledah sebuah gudang satwa di Kota Bekasi. Penggeledahan ini merupakan langkah pengembangan dari perkara dugaan penyelundupan 103 ekor reptil dilindungi ke luar negeri yang sebelumnya berhasil digagalkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari lokasi penggeledahan, petugas menyita 11 ekor sanca hijau (Morelia viridis) dan terus mendalami jaringan perdagangan ilegal satwa liar lintas negara yang diduga kuat terlibat. 

Operasi gabungan yang dilaksanakan oleh Gakkum Kemenhut bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) DKI Jakarta, Koordinator Pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Bareskrim Polri, Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri, dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memberantas kejahatan lingkungan

Penggeledahan yang dilakukan berdasarkan izin dari Pengadilan Negeri Bekasi ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum satwa liar tidak berhenti pada pencegahan di pintu gerbang negara, melainkan merambah hingga ke akar jaringan.

Perkara besar ini bermula pada April 2026, ketika Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta berhasil mencegah upaya penyelundupan satwa liar. Dua warga negara asing (WNA), masing-masing dari Belanda dan Lituania, diduga kuat mencoba membawa 103 ekor reptil dari Indonesia menuju luar negeri menggunakan koper bagasi.

Satwa-satwa yang diselundupkan tersebut meliputi beragam jenis reptil endemik dan dilindungi, antara lain sanca hijau (Morelia viridis), sanca bulan (Simalia boeleni), biawak kalimantan (Lanthanotus borneensis), biawak hijau (Varanus prasinus), dan biawak waigeo (Varanus boehmei).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: