Blue dan Green Economy: Peta Jalan Sulsel 2045

Oleh: Abang Akbar Mahasiswa Pascasarjana FEB Unhas Makassar - Visi Indonesia Emas 2045 tak akan tercapai tanpa peran Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebagai salah satu provinsi penopang ekonomi Kawasan...

Blue dan Green Economy: Peta Jalan Sulsel 2045
Bacakan Artikel
Oleh: Abang Akbar Mahasiswa Pascasarjana FEB Unhas Makassar - Visi Indonesia Emas 2045 tak akan tercapai tanpa peran Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebagai salah satu provinsi penopang ekonomi Kawasan Timur Indonesia, Sulsel tidak bisa lagi mengandalkan model pertumbuhan ‘business as usual’ yang menggerus sumber daya alam. Masa depan Sulsel, dan kontribusinya bagi negara, harus dibangun di atas dua pilar utama: Ekonomi Hijau (Green Economy) dan Ekonomi Biru (Blue Economy).

intens.id Jalurdua.com Ini bukan sekadar jargon lingkungan. Ini adalah strategi ekonomi yang cerdas dan berorientasi jangka panjang, yang didukung oleh data dan pandangan para pakar.

Pertumbuhan di Persimpangan Jalan

Secara historis, perekonomian Sulsel menunjukkan kinerja yang signifijan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekonomi kumulatif Sulsel selama Triwulan I hingga III Tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang hebat, mencapai 5,23% (c-to-c). Angka ini menunjukkan momentum yang lebih kuat dibandingkan pertumbuhan tahunan 2024 yang tercatat sebesar 5,02% (BPS, 2025).

Perekonomian Sulsel diukur dari PDRB atas dasar harga berlaku selama Triwulan III-2025 saja telah mencapai Rp 196,97 triliun, dengan kontribusi terhadap PDB Nasional di Triwulan yang sama tercatat sebesar 3,30%. Data ini memperkuat Sulsel sebagai motor penggerak Timur Indonesia dan menunjukkan adanya jalan menuju Sulawesi Selatan 2045.

Namun, di balik angka-angka optimistis ini, terdapat anomali yang harus disikapi secara serius. Berdasarkan struktur PDRB Triwulan III Tahun 2025, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi kontributor utama dengan pangsa mencapai 24,55%.

Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 4,28%, meski pangsanya lebih kecil—menunjukkan laju investasi yang agresif, didorong oleh tren hilirisasi nikel global. Inilah persimpangan jalannya: apakah Sulsel akan tetap memilih pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, ataukah terjebak dalam pesta eksploitasi mineral yang merusak?

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: