Agroekologi dan Wajah Urban Farming di Kota Makassar

Agroekologi dan Wajah Urban Farming di Kota Makassar
Agroekologi dan Wajah Urban Farming di Kota Makassar
Bacakan Artikel

Lebih jauh lagi, banyak praktisi urban farming di Makassar yang mulai mengintegrasikan pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi kompos, sebuah praktik inti dalam agroekologi yang menutup siklus nutrisi dan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Data dari berbagai penelitian tentang pertanian perkotaan menunjukkan bahwa konversi sampah organik menjadi pupuk dapat mengurangi volume sampah hingga 30-50%, sebuah kontribusi signifikan bagi kota metropolitan seperti Makassar.

Agroekologi sebagai Pilar Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

Penerapan prinsip agroekologi dalam urban farming di Makassar secara langsung berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan. Dengan memproduksi pangan segar di dalam kota, ketergantungan pada pasokan dari luar yang rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan logistik dapat diminimalkan.

Hal ini menjadi krusial mengingat Makassar sebagai salah satu kota penyangga pangan di Indonesia Timur. Kehadiran kebun-kebun kota tidak hanya menyediakan akses pangan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama di wilayah yang secara tradisional kekurangan pasokan, tetapi juga mendorong konsumsi pangan lokal yang lebih sehat, rendah residu pestisida, dan kaya nutrisi.ย 

Studi kasus dari berbagai kota di dunia menunjukkan bahwa urban farming dapat meningkatkan ketersediaan pangan hingga 15-20% di tingkat komunitas. Lebih dari sekadar ketersediaan, aspek ekonomi juga menjadi pilar penting.

Para petani kota di Makassar, baik skala rumahan maupun kolektif, seringkali menginisiasi model bisnis yang berorientasi pada pasar lokal, seperti penjualan langsung ke tetangga, pasar tani, atau melalui platform digital. Pendapatan tambahan dari aktivitas ini, meskipun mungkin tidak menggantikan mata pencaharian utama bagi sebagian orang, mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja informal yang berakar di komunitas.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: