Agroekologi dan Wajah Urban Farming di Kota Makassar

Agroekologi dan Wajah Urban Farming di Kota Makassar
Agroekologi dan Wajah Urban Farming di Kota Makassar
Bacakan Artikel

Intens.id - Kota Makassar, dengan denyut nadi metropolisnya yang tak pernah berhenti, kerap kali diasosiasikan dengan hiruk pikuk perdagangan dan geliat pembangunan. Namun, di balik fasad beton yang menjulang, sebuah gerakan subtil namun kuat tengah bersemi, menanamkan harapan hijau melalui praktik pertanian perkotaan yang mengadopsi prinsip agroekologi.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah respons cerdas terhadap tantangan keberlanjutan urban, mulai dari ketahanan pangan lokal, pengelolaan sampah, hingga penciptaan ruang hijau yang kian tergerus.

Agroekologi, sebagai sebuah disiplin ilmu dan praktik yang memadukan prinsip ekologi, sosial, dan ekonomi dalam sistem pertanian, menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk merevitalisasi lahan sempit di perkotaan menjadi sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus membangun komunitas yang lebih tangguh.

Gerakan urban farming di Makassar, yang kini semakin mengakar kuat, secara inheren merangkul berbagai filosofi agroekologi tanpa selalu secara eksplisit melabelinya. Para pegiatnya, dari individu yang memanfaatkan pekarangan rumah hingga komunitas yang mengelola lahan kolektif, secara alami mempraktikkan prinsip keanekaragaman hayati dengan menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan, bahkan ternak kecil di ruang terbatas.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan resiliensi sistem pangan dari serangan hama dan penyakit, tetapi juga memperkaya ekosistem mikro perkotaan, menciptakan habitat bagi serangga penyerbuk dan mikroorganisme tanah yang bermanfaat.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: