Dalam upaya mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan memiliki karakter kuat di era persaingan global, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menyelenggarakan pertemuan penting bersama orang tua siswa. Pertemuan ini difokuskan pada sosialisasi pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I dan II yang menjadi bagian krusial dari kurikulum sekolah dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) dihadiri oleh pimpinan sekolah, perwakilan komite, dan para orang tua/wali siswa ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyatukan visi dalam mendukung kesiapan mental serta keterampilan teknis para murid sebelum mereka terjun langsung ke berbagai instansi kesehatan pada April ini.
Komitmen Kualitas Pendidikan
Kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar, Taufieq, S.Si., M.Pd, Gr, dalam paparannya menekankan bahwa visi sekolah adalah menjadi institusi pendidikan kejuruan kesehatan yang terkemuka, unggul, dan berkualitas dengan landasan iman dan takwa.
Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi terbatas pada persaingan domestik, melainkan telah memasuki level global di mana tenaga kerja asing dapat dengan mudah masuk ke Indonesia.
“Kalau kita tidak menyiapkan anak-anak kita untuk mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, maka tunggulah anak-anak kita akan menjadi penonton di negerinya sendiri,” tegas Taufieq dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen penuh dengan menghadirkan tenaga pengajar yang sebagian besar berkualifikasi S2 serta merupakan praktisi di bidangnya, baik di program keahlian Keperawatan Medis, Keperawatan Kebidanan, Farmasi, maupun Teknologi Laboratorium Medik.
Selain kualitas SDM guru, sekolah juga terus melakukan pembaruan sarana dan prasarana praktik setiap tahunnya guna mengikuti perkembangan teknologi di industri kesehatan. Penerapan Kurikulum Merdeka saat ini juga diharapkan mampu membentuk profil lulusan yang memiliki kemampuan menalar kritis, kreatif, dan mandiri.

Kesiapan Teknis dan Target Kompetensi
Ketua Panitia Pelaksana PKL, apt. Ellyda Oktaviana, S.Farm, Gr., memaparkan secara detail mengenai teknis pelaksanaan kegiatan yang akan diikuti oleh total 82 orang siswa. Peserta tersebut terdiri dari 28 orang dari program Keperawatan Medis, 21 orang dari Keperawatan Kebidanan, 20 orang dari Farmasi, dan 13 orang dari Teknologi Laboratorium Medik.
“Persiapan PKL ini dilakukan secara bertahap melalui peta jalan (roadmap) yang dimulai sejak 12 Januari 2026, mencakup pembentukan kedisiplinan, pemantapan program, hingga evaluasi dan ujian praktik di laboratorium sekolah yang berlangsung hingga 17 April 2026,” jelasnya.
Sebelum dinyatakan layak turun ke lapangan, siswa harus melewati 4 tahapan, yaitu penuntasan nilai akademik semester I-III, penyelesaian administrasi sekolah dan PKL, serta dinyatakan lulus ujian program studi masing-masing.
Dalam pelaksanaannya nanti, siswa akan ditempatkan di berbagai mitra strategis, termasuk sejumlah Klinik di Makassar dan Gowa serta berbagai Puskesmas di wilayah Makassar.
Target pencapaian kompetensi bagi para siswa telah disusun secara sistematis sesuai bidang keahliannya. Siswa Keperawatan dan Kebidanan diharapkan mampu melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, kontrol infeksi, hingga observasi tindakan medis tertentu.
“Sementara bagi siswa Farmasi, fokus kompetensi mencakup pelayanan perbekalan farmasi di apotek dan puskesmas, termasuk membaca resep dan pemberian informasi obat. Adapun bagi siswa Teknologi Laboratorium Medik, targetnya adalah kemahiran dalam pemeriksaan hematologi, kimia klinik, hingga mikrobiologi,” tambah Elly.
Untuk menjamin kualitas praktik, pihak sekolah telah menetapkan alur kegiatan PKL yang ketat. Proses ini dimulai dari penyusunan jadwal shift di klinik, pengisian Activities of Daily Living (ADL) atau lembar konsul harian untuk mencatat perkembangan pasien, hingga laporan rutin minimal tiga kali sepekan kepada pihak institusi.
Selama di lapangan, siswa akan didampingi oleh clinic mentor (perawat/tenaga medis senior) dan dosen pembimbing untuk bimbingan teknis dan konsultasi akademis. Di akhir masa praktik, siswa akan mengikuti seminar hasil praktik kerja lapangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
Sisi lain yang tidak kalah penting dalam pertemuan ini adalah penguatan karakter siswa melalui kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua. Muhammad Riszky, S.Psi., M.Pd, selaku Guru BK, menyampaikan bahwa penguatan karakter harus dilakukan secara berkesinambungan baik di sekolah maupun di rumah.
Ia menekankan pentingnya Keterampilan Abad 21, yang meliputi pemecahan masalah, kreativitas, berpikir analitis, kolaborasi, komunikasi, serta etika dan akuntabilitas. Karakter-karakter ini menjadi kunci keberhasilan siswa saat melakukan PKL di lahan praktik.

“Keterampilan ini menjadi hal dasar dalam merespon tantangan di masa sekarang. Program-program yang telah dirancang dan diaplikasikan oleh sekolah kepada siswa guna mendukung dan meningkatkan keterampilan serta karakternya,” terangnya.
Kepala Sekolah, Taufieq, menambahkan bahwa kemampuan akademik yang bagus saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kemampuan bersosialisasi.
“Ternyata ada sisi yang masih kurang yaitu kemampuannya bersosialisasi. Padahal nanti di saat PKL mereka harus bekerja sama dengan perawat medis, dokter, dan petugas lain di pelayanan kesehatan. Itu yang kami butuh kerja sama dari orang tua siswa,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi yang erat, diharapkan siswa tidak hanya pintar secara teori namun juga memiliki perilaku (attitude) yang baik di lingkungan kerja.
Apresiasi dan Dukungan Orang Tua Siswa
Pertemuan ini mendapatkan respon positif dari para orang tua. Salah satu orang tua siswa menyatakan rasa terima kasihnya atas penjelasan komprehensif yang diberikan oleh pihak sekolah terkait persiapan PKL yang dijadwalkan mulai berjalan pada 20 April mendatang.
“Alhamdulillah terima kasih atas undangannya pada hari ini, pertemuan yang sangat memberikan penjelasan tentang PKL anak sekolah yang akan mereka lakukan di tanggal 20 April. Penjelasan PKL itu sangat bagus untuk memberikan kreativitas mereka untuk bekerja di lapangan memenuhi kesehatan masyarakat,” ungkap Vera Juniarti salah satu perwakilan orang tua siswa yang hadir.
Ia juga berharap agar seluruh proses kegiatan dapat berjalan lancar dan anak-anak dapat menjalankan tugas praktiknya dengan baik di bawah bimbingan para guru dan tenaga medis di lapangan.
Melalui pertemuan ini, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan orang tua demi melahirkan generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara karakter dan siap beradaptasi dengan dinamika lingkungan kerja yang sesungguhnya.





