Di Bawah Pagi Syawal, Ribuan Muslimah Padati ICDT Bulukumba

BULUKUMBA—Pagi itu belum benar-benar ramai, tetapi langkah-langkah kaki sudah mengarah ke satu titik: Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT) Bulukumba. Sejak pukul 06.00 WITA, Ahad (5/4/2026), pelataran masjid mulai dipenuhi oleh muslimah dengan balutan hijab beragam warna yang terkesan tenang, tertib, namun menyimpan semangat yang sama.

Sebagian dari mereka bahkan telah tiba sejak malam sebelumnya. Mereka datang bukan hanya dari Bulukumba, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Tujuannya satu, yakni menghadiri Tabligh Akbar Silaturahmi Syawal 1447 Hijriah yang digelar oleh Keluarga Besar Wahdah Islamiyah.

Seiring waktu berjalan, jumlah jamaah terus bertambah. Masjid ICDT tak lagi cukup menampung. Sekitar 10 ribu muslim dan muslimah memenuhi ruang utama hingga meluber ke pelataran lantai satu. Suasana khidmat bercampur hangatnya silaturahmi terasa kental di setiap sudut.

Di antara lautan jamaah, tampak pula sejumlah tokoh daerah turut hadir. Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf terlihat bersama jajaran pejabat lainnya. Dari kalangan perempuan, hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba Ir. Herfida Muchtar, bersama sejumlah tokoh perempuan lintas organisasi dari Aisyiyah, Salimah, Kepala OPD perempuan, hingga penggerak PKK tingkat kecamatan dan desa.

Tak ketinggalan ketua BKPRMI Bulukumba, dan tentu saja pengurus Muslimah Wahdah Pusat, Muslimah Wahdah Wilayah Sulawesi Selatan, serta berbagai pengurus Muslimah Wahdah Daerah se-Sulawesi Selatan.

Kehadiran mereka seolah menegaskan bahwa tabligh akbar ini bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga ruang pertemuan sosial yang mempertemukan banyak unsur masyarakat.

Bagi Herfida Muchtar, momentum Syawal memberi makna lebih dalam bagi kegiatan ini. Ia menilai tabligh akbar menjadi ruang persatuan yang tidak hanya mengumpulkan jamaah, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan.

“Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi bagaimana kita sebagai muslim dan muslimah disatukan dalam satu wadah. Apalagi di bulan Syawal yang identik dengan silaturahmi,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi spiritual, ia juga melihat dampak lain yang tak kalah penting. Kehadiran ribuan jamaah memberi efek domino bagi pergerakan ekonomi lokal, terutama pelaku UMKM yang turut merasakan geliat kegiatan tersebut.

Tema yang diangkat tahun ini, “Dengan Ketaqwaan dan Loyalitas (Siri’ na Pacce) Kita Hadapi Masalah Global serta Tantangan Nasional” menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian acara.

Di hadapan ribuan jamaah, penceramah nasional Ustadz KH. DR. Zaitun Rasmin, Lc., mengingatkan bahwa tantangan umat saat ini tidak bisa dilepaskan dari dua hal utama: ketakwaan dan loyalitas terhadap nilai-nilai Islam.

Menurutnya, ketakwaan bukan sekadar konsep, tetapi harus tampak dalam sikap dan kepedulian nyata.

“Menghadapi masalah global dan tantangan nasional pertama tentang ketaqwaan dan kedua tentang loyalitas. Ketaqwaan bagaimana nilai Islam kita hidupkan dalam diri kita. Kalau lihat Al-Quran dan hadits menyoroti sifat orang bertaqwa pada nilai Islam yang hidup pada dirinya. Minimal pertemuan seperti kita menunjukkan kepedulian kita terhadap Palestina, kalau tidak di mana nilai kita di hadapan Allah,” ungkapnya, disambut keheningan jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian.

Sementara itu, Ketua Muslimah Wahdah Bulukumba, Ustadzah Suharda, berharap kegiatan ini menjadi titik penguat bagi dakwah Islam di daerahnya. Ia melihat tabligh akbar bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai Islam yang disampaikan dengan bijak dan penuh hikmah.

Di luar area masjid, gaung kegiatan ini ternyata menjangkau lebih luas. Puluhan ribu peserta mengikuti secara virtual melalui Zoom dan YouTube. Bahkan, ratusan titik nonton bareng tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Pagi itu, di bawah langit Bulukumba yang perlahan menghangat, tabligh akbar bukan hanya tentang ceramah dan kerumunan. Ia menjadi potret tentang bagaimana iman, kebersamaan, dan semangat silaturahmi bertemu, menghidupkan kembali makna Syawal di hati ribuan orang.

Laporan: HUMAS MWD Bulukumba
Editor: Rika Arlianti DM

Rika Arlianti DM
Rika Arlianti DM
Pendidik, Penulis, dan Penggiat Literasi yang aktif dalam menciptakan karya-karya sastra seperti cerpen, puisi, prosa, dan artikel opini.
- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru