Pers Kita: Disrupsi Algoritma Dihantam Regulasi

Intens.id - Pada setiap tanggal 9 Februari, Indonesia merayakan Hari Pers Nasional (HPN). Namun, di balik seremonial yang meriah, tersimpan narasi panjang tentang perebutan ruang publik, ketegangan...

Pers Kita: Disrupsi Algoritma Dihantam Regulasi
Bacakan Artikel
  • Para Jurnalis Aksi 25-30 Agustus 2025: Di mana AJI mencatat puluhan jurnalis mengalami kekerasan fisik dan perusakan alat kerja oleh aparat saat meliput demonstrasi.

  • Saat ini, jurnalis bukan lagi sekadar pembawa berita. Mereka adalah benteng terakhir melawan banjir hoaks dan kesewenang-wenangan. Ketika seorang jurnalis dikriminalisasi, yang dipenjara bukan hanya raganya, melainkan hak publik untuk mengetahui kebenaran.

    Kita tidak boleh diam saat pena dipatahkan oleh pentungan, atau saat kritik dibalas dengan jeruji besi. Dukungan terhadap jurnalis di lapangan adalah bentuk pertahanan diri kita sebagai warga negara.

    Tanpa pers yang merdeka, kekuasaan akan berjalan tanpa cermin, dan kebenaran akan menjadi barang mewah yang hanya dimiliki oleh mereka yang membayar.

    Hari Pers Nasional bukan sekadar perayaan seremonial bagi para pejabat. Ini adalah seruan perang terhadap ketidaktahuan. Setiap kali Anda membagikan berita dari jurnalis yang kredibel, Anda sedang ikut bertempur. Setiap kali Anda bersuara melawan kriminalisasi pers, Anda sedang menjaga demokrasi tetap bernapas.

    Pilih Halaman: