UMI Berdayakan Petani Bulukumba Lewat Teknologi Asap Cair, Solusi Ekonomi Kreatif dan Pangan Ramah Lingkungan

Intens.id, Bulukumba – Kelompok Tani Rahmat II di Desa Manyampa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memulai langkah baru menuju kemandirian ekonomi melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PkM) yang diinisiasi oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, berlangsung di halaman rumah warga di Dusun Dongi, Sabtu-Minggu 14-15 Februari 2026.

Program ini memperkenalkan teknologi pirolisis sederhana untuk mengolah limbah kelapa menjadi asap cair, sebuah produk bernilai tinggi yang berfungsi sebagai pengawet alami pangan lokal.

Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Ir. Andi Artiningsih, S.T., M.T., IPM., dari Program Studi Teknik Kimia UMI ini, hadir sebagai jawaban atas rendahnya pemanfaatan limbah tempurung dan sabut kelapa di wilayah tersebut.

Selama ini, limbah kelapa yang melimpah di Desa Manyampa cenderung hanya dibuang atau dibakar secara terbuka, sehingga memicu polusi udara dan membuang potensi ekonomi yang besar.

Inovasi teknologi pirolisis dan nilai ekonomi kreati, melalui pelatihan yang dilaksanakan yang mencakup transfer teknologi tepat guna berupa unit produksi mini berbasis pirolisis.

Melalui mekanisme pemanasan bahan organik dalam kondisi minim oksigen, tempurung kelapa dikonversi menjadi asap cair (liquid smoke), arang, dan gas. Produk asap cair ini mengandung senyawa fenol dan asam organik yang efektif sebagai antibakteri serta pengawet alami.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memfasilitasi pembuatan unit produksi mini yang dapat dioperasikan secara mandiri oleh kelompok tani,” ujar Dr. Andi Artiningsih di lokasi kegiatan, Dusun Dongi, Desa Manyampa.

Ia menambahkan bahwa produk ini memiliki nilai ekonomi kreatif karena dapat dikomersialkan sebagai produk turunan baru, seperti arang aktif dan bahan pengawet organik yang saat ini tengah diminati pasar pangan sehat.

Dari sisi sosial, program ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan dan kemandirian masyarakat tani. Dengan penguasaan teknologi ini, para petani tidak lagi bergantung pada bahan pengawet kimia sintetis yang mahal dan berisiko bagi kesehatan.

Sebaliknya, mereka kini mampu memproduksi pengawet sendiri untuk memperpanjang daya simpan produk lokal seperti ikan asap dan hasil olahan kelapa lainnya.

Penerapan asap cair diprediksi akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk pangan Desa Manyampa. Hal ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menciptakan model ekonomi sirkular, di mana limbah yang sebelumnya tidak berharga diubah menjadi sumber pendapatan baru bagi warga desa.

Peta jalan menuju desa inovatif, program PkM ini dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan selama enam bulan ke depan. Tahapan yang dimulai hari ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang yang mencakup penguatan kapasitas, diversifikasi produk, hingga inkubasi bisnis komunitas. Tim pengusul yang beranggotakan Syarwan Hamid, S.T., M.T., dan Ir. Muh. Arman, S.T., M.T., IPP., juga melibatkan mahasiswa dalam pendampingan teknis dan manajemen usaha sederhana.

Dukungan penuh diberikan oleh Pemerintah Desa Manyampa dan Kelompok Tani Rahmat II yang menyediakan sarana pendukung bagi kelancaran pelatihan. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini diharapkan menjadikan Desa Manyampa sebagai percontohan desa inovatif di Kabupaten Bulukumba yang mampu mengelola sumber daya lokal secara efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Tim ini terdiri dari akademisi Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia yang berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna untuk pemberdayaan masyarakat pedesaan. Program ini didanai melalui skema internal UMI sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru