"Yang Kita Tinggalkan Bukan Gelar, Melainkan Generasi", Pesan Prof. Widya dalam Orasi Pengukuhan Guru Besar di UNM

"Yang Kita Tinggalkan Bukan Gelar, Melainkan Generasi", Pesan Prof. Widya dalam Orasi Pengukuhan Guru Besar di UNM
Prof. Dr. Widya Karmila Sari Achmad, S.Pd., M.Pd. dikukuhkan sebagai Profesor Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Dasar. (Foto: Labs TP FIP UNM)
Bacakan Artikel
Muhammad Riszky

Seorang guru BK pada salah satu SMK di Makassar dan juga aktif menyuarakan isu lingkungan dengan bergabung dalam Sekretariat Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia.

Mengenakan Jubah Almarhum suaminya, dalam Acara Pengukuhan Guru Besar adalah upaya Prof. Widya mengenang Support System yang telah mendahului. (Foto: Labs TP FIP UNM)

"Di setiap malam yang panjang, saat keraguan dan kelelahan menghampiri, kalimat yang paling sering Almarhum sampaikan adalah, 'Semua akan baik-baik saja,'" kenangnya dengan suara yang sedikit bergetar.

Bagi Prof. Widya, pengukuhan ini bukan miliknya pribadi, melainkan milik mereka berdua. Kini, sebagai ibu dari tiga anak yang juga telah menapak jalan kesuksesan yakni Azhari, Akbari, dan Alfiyah, Prof. Widya menunjukkan bahwa dedikasi pada ilmu pengetahuan tidak harus mengorbankan peran dalam keluarga.

Menanam Akar, Mengepak Sayap

Kontribusi Prof. Widya tidak berhenti di atas kertas. Ia telah mengembangkan model pembelajaran PST-IPS yang dilengkapi dengan perangkat praktis, mulai dari panduan guru hingga modul digital berbasis literasi kritis. Ia bermimpi tentang sebuah Indonesia di mana setiap anak, dari lereng pegunungan Papua hingga pesisir Sulawesi, mendapatkan pendidikan yang memanusiakan.

"Saya bermimpi tentang guru-guru yang tidak hanya mengajar tetapi menginspirasi. Tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi membimbing peserta didik untuk bertanya, berefleksi, dan bertindak," ucapnya penuh harap.

Baginya, ruang kelas harus menjadi miniatur kehidupan sosial yang demokratis. Tempat di mana kejujuran, empati, dan gotong royong bukan sekadar materi ujian, melainkan perilaku yang menetap dalam diri atau yang disebutnya sebagai habitus.

Dedikasi Prof. Widya pada transformasi pendidikan tidak hanya menggema di podium orasi, namun tertuang secara konsisten dalam puluhan karya ilmiah yang melintasi berbagai isu krusial di sekolah dasar. Baginya, menulis adalah cara untuk memastikan bahwa gagasan tentang pedagogi transformatif dapat diuji, dikritik, dan diterapkan oleh pendidik di seluruh penjuru dunia.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: