Pesisir Lantebung-Untia Terancam Reklamasi, Warga dan Komunitas Perkuat Perlawanan Lewat Penanaman Mangrove

Pesisir Lantebung-Untia Terancam Reklamasi, Warga dan Komunitas Perkuat Perlawanan Lewat Penanaman Mangrove
Mangrove di pesisir utara Makassar menjadi penyangga kehidupan dan ekosistem sehingga upaya rehabilitasi terus dilakukan. (Foto: Green Youth Celebes)
Bacakan Artikel
Muhammad Riszky

Seorang guru BK pada salah satu SMK di Makassar dan juga aktif menyuarakan isu lingkungan dengan bergabung dalam Sekretariat Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia.

Intens.id, Green Youth Celebes (GREYS) bersama warga, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas peduli lingkungan menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Lantebung-Untia, Kota Makassar, Sabtu (27/6/2026).

Dalam aksi tersebut, peserta juga membentangkan spanduk bertuliskanย "Makassar Tolak Reklamasi, Lindungi Nelayan & Perempuan Pesisir, Jaga Mangrove Lantebung-Untia"ย sebagai bentuk penolakan terhadap rencana reklamasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Rencana reklamasi seluasย 728,43 hektareย itu akan mencakup kawasan pesisir Lantebung-Untia yang selama ini merupakan ekosistem hutan mangrove sekaligus wilayah tangkap nelayan.

Kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang penting sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, penyerap karbon, habitat berbagai biota, serta penopang kehidupan masyarakat pesisir.

Koordinator Program Green Youth Celebes,ย Muhajirin, menilai bahwa reklamasi di pesisir Lantebung-Untia tidak hanya mengancam kelestarian ekosistem mangrove, tetapi juga berpotensi menghilangkan wilayah tangkap nelayan, mempersempit akses masyarakat terhadap sumber daya pesisir, serta meningkatkan kerentanan terhadap bencana pesisir seperti abrasi dan dampak krisis iklim.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: