Visi Entrepreneurship Hanya Lip Service? Realitas Suram Organisasi Mahasiswa yang Terpinggirkan

Oleh: Musdalifah Ketua BEM Kema FEIS Universitas Fajar 2024-2025 Dunia kampus, sebuah ekosistem dinamis yang senantiasa berevolusi, kini menghadapi transformasi dengan kecepatan dan skala yang belum...

Visi Entrepreneurship Hanya Lip Service? Realitas Suram Organisasi Mahasiswa yang Terpinggirkan
Bacakan Artikel

Seharusnya program yang teknis terkait pengembangan skill itu menjadi kewenangan HMJ. Lantas program apa yang harus dibuat oleh BEM? Karena BEM adalah organisasi mahasiswa tertinggi secara struktural, maka program yang seharusnya dibuat juga bisa bersifat umum. Program yang dimaksud seperti pelatihan kepemimpinan, bagaimana menyelesaikan masalah dengan strategis, hingga belajar untuk merespon peristiwa-peristiwa yang tengah terjadi di masyarakat.

Kolaborasi Masyarakat Kampus

Mahasiswa adalah gudang ide dan energi kreatif; kampus memiliki tanggung jawab untuk menyediakan "Kendaraan" dan infrastruktur pendukung agar mimpi-mimpi tersebut dapat direalisasikan. Namun, realitas di lapangan seringkali menunjukkan sebaliknya. Ide-ide brilian mahasiswa kerap dimentahkan tanpa ruang diskusi konstruktif, tanpa diberikan kesempatan untuk perbaikan. Memang, kemampuan artikulasi ide yang belum sempurna adalah hal wajar bagi seorang pembelajar, dan itu bisa diasah. Namun, kewajiban esensial mahasiswa adalah terus menggodok gagasan yang relevan dan solutif.

Sebaliknya, birokrasi kampus, dalam perannya sebagai fasilitator dan pembimbing, harus menciptakan iklim yang kondusif bagi lahir dan berkembangnya inovasi dari mahasiswa. Ini penting untuk menghapus stigma "Mahasiswa hanya bisa omong kosong". Ironisnya, kadang justru dilanggengkan oleh sikap menyalahkan dari pihak birokrasi kampus.

Mentalitas mahasiswa harus dibangun melalui dukungan nyata, bukan sekadar retorika. Menolak ide tanpa menawarkan alternatif solusi atau bimbingan hanya akan mematahkan semangat dan meruntuhkan kepercayaan diri, sebuah luka psikologis yang berpotensi dibawa hingga ke dunia profesional. Sudah saatnya membangun kultur kolaborasi yang saling mendukung antara mahasiswa dan pihak kampus. Kerja sama yang sehat dan produktif bukan hanya akan menguntungkan mahasiswa secara sepihak, tetapi juga akan memberikan kontribusi signifikan bagi reputasi dan citra positif kampus di mata publik yang lebih luas. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan institusi dan, yang lebih penting, bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Pilih Halaman: