Ubah Paradigma Perjuangan, BPP DOB Sodorkan Konsep 'Luwu Raya untuk Indonesia' ke KSP

Ubah Paradigma Perjuangan, BPP DOB Sodorkan Konsep 'Luwu Raya untuk Indonesia' ke KSP
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman (tengah) berfoto bersama Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar, Ketua Tim BPP DOB H. Darwis Ismail, bersama jajaran anggota DPRD Provinsi Sulsel, DPRD Kabupaten/Kota, serta tim akademisi di Kantor Staf Presiden, Jakarta. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.id, JAKARTA - Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Luwu Raya kini memasuki babak baru dengan paradigma yang jauh lebih progresif. Tidak lagi sekadar menggemakan narasi pemekaran wilayah demi memperpendek rentang kendali pemerintahan, Badan Pekerja Pembentukan (BPP) Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya kini menyodorkan tawaran konkret: Luwu Raya sebagai pilar strategis pembangunan nasional.

Langkah taktis ini ditandai dengan presentasi resmi konsep pembentukan provinsi baru tersebut langsung di hadapan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Membawa dokumen bertajuk "Provinsi Luwu Raya dalam Kepentingan Strategis Nasional", delegasi BPP DOB membedah tuntas potensi ekonomi, posisi geopolitik yang krusial, landasan hukum, hingga kesiapan wilayah calon provinsi baru di utara Sulawesi Selatan tersebut.

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, menegaskan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperbarui argumentasi pembentukan provinsi di tingkat pusat, agar selaras dengan arah pembangunan nasional saat ini.

"Selama ini perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya sering dipahami hanya sebagai aspirasi pemekaran. Padahal yang kami tawarkan jauh lebih besar, yakni bagaimana negara memiliki instrumen pemerintahan yang lebih efektif untuk mengelola salah satu kawasan paling strategis di Indonesia Timur," ujar Darwis di Jakarta.

Darwis menambahkan, posisi Luwu Raya kian seksi dalam peta jalan hilirisasi industri mineral karena merupakan salah satu episentrum produksi nikel Indonesia. Belum lagi potensi raksasa di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, hingga energi terbarukan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:

Whats Your Reaction

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow