Puluhan Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Papua Barat, Ribuan Hektare Lahan Terbakar

Provinsi Papua Barat menghadapi ancaman serius dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan deteksi 36 titik panas dan luas area terbakar yang mencapai ribuan hektare, mendorong respons terpadu dari berbagai instansi.

Puluhan Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Papua Barat, Ribuan Hektare Lahan Terbakar
Puluhan Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Papua Barat, Ribuan Hektare Lahan Terbakar. Foto: Ishak Andi Kunna
Bacakan Artikel

Intens.id, Jakarta - Provinsi Papua Barat tengah menghadapi situasi darurat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Data terbaru dari Satelit NASA-Terra/Aqua, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 menunjukkan adanya 36 titik panas di wilayah tersebut hingga Jumat (28/8) pukul 19.00 WIB.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, pada Sabtu (29/8).

Dari total puluhan titik panas yang terdeteksi, analisis lebih lanjut mengungkapkan tingkat kepercayaan yang bervariasi. Satu titik panas dikategorikan memiliki kepercayaan rendah, sementara 31 titik panas lainnya menunjukkan tingkat kepercayaan sedang.

Empat titik panas sisanya berada dalam kategori kepercayaan tinggi, menandakan potensi kebakaran aktif yang signifikan dan memerlukan perhatian segera. Skala dampak karhutla ini juga tercermin dari catatan Sistem Informasi Pemantauan Hutan dan Gambut (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, yang mengindikasikan bahwa luas area terbakar di Papua Barat telah mencapai 2.496,39 hektare per 27 Agustus 2026. Angka ini menunjukkan kecepatan penyebaran api yang mengkhawatirkan dan ancaman serius terhadap ekosistem serta masyarakat setempat.

Penanganan Terpadu dan Pengerahan Fasilitas Pemadaman

Menyikapi situasi ini, BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya telah menggelar penanganan terpadu. Fokus utama dari upaya ini adalah menyekat penyebaran api agar tidak meluas ke area lain, sekaligus melindungi keselamatan warga lokal yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: