Puluhan Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Papua Barat, Ribuan Hektare Lahan Terbakar

Provinsi Papua Barat menghadapi ancaman serius dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan deteksi 36 titik panas dan luas area terbakar yang mencapai ribuan hektare, mendorong respons terpadu dari berbagai instansi.

Puluhan Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Papua Barat, Ribuan Hektare Lahan Terbakar
Puluhan Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Papua Barat, Ribuan Hektare Lahan Terbakar. Foto: Ishak Andi Kunna
Bacakan Artikel

Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Pemantauan Akurat

Untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas operasi pemadaman, tim di lapangan juga memanfaatkan teknologi canggih berupa drone pemantau suhu milik BP Berau Ltd. Drone ini terbukti sangat membantu dalam mengidentifikasi titik-titik panas yang sulit dijangkau atau terlihat dari darat.

Pada Jumat (28/8), drone tersebut berhasil menemukan 14 titik panas yang tersebar di empat klaster di sekitar area Tangguh LNG. Hasil pemetaan yang presisi dari drone ini menjadi panduan penting bagi tim pemadam kebakaran.

Berdasarkan data yang diperoleh dari drone, dua operasi pemadaman udara dilakukan secara terarah. Sebanyak 26 kali siraman air difokuskan di klaster 3, sementara 28 kali siraman dilakukan di klaster 1.

Upaya pemadaman yang terpandu ini membuahkan hasil positif, di mana api utama berhasil dipadamkan di kedua klaster tersebut, dan hanya menyisakan asap tipis. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kombinasi teknologi dan strategi yang tepat dalam menghadapi karhutla di medan yang sulit.

Tantangan Geografis dan Peningkatan Kapasitas

Laporan dari BPBD Provinsi Papua Barat menyoroti beberapa tantangan utama dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut. Faktor aksesibilitas menjadi kendala serius, mengingat banyak lokasi kebakaran berada di daerah terpencil dengan medan yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: