Perundungan dan Diamnya Orang Dewasa

Perundungan dan Diamnya Orang Dewasa
ilustrasi by AI
Bacakan Artikel
Rika Arlianti DM

Penulis, Pegiat Isu Pendidikan dan Anak

Anak membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan dan membuat mereka merasa bahwa pengalaman serta perasaannya berarti. Namun, mendengarkan saja tidak cukup. Keberanian anak untuk bercerita harus diikuti tindakan nyata untuk memastikan keselamatan dan memberikan perlindungan.

Jangan sampai anak telah mengumpulkan keberanian untuk meminta pertolongan, tetapi justru mendapati bahwa orang dewasa di sekitarnya tidak menganggap masalahnya serius.

Sekolah Bukan Hanya Tempat Mengajar, tetapi Juga Melindungi

Tanggung jawab sekolah tidak berhenti pada pencapaian akademik. Sekolah juga berkewajiban menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan setiap peserta didik.

Pencegahan perundungan tidak cukup dilakukan melalui imbauan atau slogan anti kekerasan yang ditempel di dinding kelas. Upaya tersebut harus diwujudkan melalui pengawasan yang memadai, aturan yang jelas, komunikasi terbuka, serta penanganan laporan yang mengutamakan keselamatan anak.

Guru dan pihak sekolah perlu membangun budaya saling menghormati sekaligus memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara objektif dan bertanggung jawab.

Anak yang melakukan perundungan pun membutuhkan pendampingan dan pembinaan agar memahami kesalahannya. Namun, pembinaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak korban atas perlindungan atau mengurangi keseriusan tindakan yang dilakukan.

Sekolah yang aman bukanlah sekolah yang tidak pernah menghadapi konflik, melainkan sekolah yang mampu mengenali, menangani, dan mencegah kekerasan agar tidak terus berulang.

Mendidik Anak tentang Empati

Keberhasilan pendidikan sering kali diukur melalui nilai, prestasi, dan kemampuan akademik. Padahal, ada hal mendasar yang tidak kalah penting, yaitu kemampuan anak memahami perasaan orang lain.

Anak perlu belajar bahwa menjadi lebih tua atau lebih kuat tidak memberikan hak untuk merendahkan orang lain. Mereka juga perlu memahami bahwa sebuah candaan tidak lagi menjadi candaan ketika membuat seseorang merasa terhina atau tersakiti.

Pendidikan empati tidak cukup disampaikan melalui nasihat. Anak perlu melihat contoh nyata dari orang dewasa di sekitarnya, baik dalam cara orang tua memperlakukan sesama maupun bagaimana guru menyikapi perbedaan dan menyelesaikan perselisihan.

Kita tidak bisa meminta anak menghargai orang lain jika mereka justru menyaksikan perilaku merendahkan dan mengintimidasi di lingkungannya. Karakter anak tumbuh bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan alami setiap hari.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: