Pangkep Merayakan Jejak Ratusan Santri dalam Bingkai Pendidikan Humanis Al-Qur'an

Pangkep Merayakan Jejak Ratusan Santri dalam Bingkai Pendidikan Humanis Al-Qur'an
Asri Said, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan. -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.id, - Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Sabtu (8/8/2026), pagi itu dipenuhi gemuruh riang sekaligus khidmat. Ratusan pasang mata mungil menatap panggung dengan sorot penuh harapan, diiringi tatapan bangga orang tua dan guru. Sebanyak 308 santri Taman Kanak-Kanak Al-Qurโ€™an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qurโ€™an (TPA) se-Kabupaten Pangkep hari itu merayakan sebuah pencapaian yang mungkin terlihat seperti akhir, padahal sejatinya adalah permulaan. Mereka adalah peserta Wisuda Akbar Santri TKA/TPA yang digagas Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qurโ€™an (LPPTKA) BKPRMI Kabupaten Pangkep.

Senyum polos terpancar dari wajah-wajah kecil yang mengenakan toga mini, sebuah simbol kelulusan yang mereka raih setelah melewati tahapan Munaqasyah atau ujian. Proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan evaluasi mendalam atas kemampuan mereka membaca dan memahami dasar-dasar Al-Qurโ€™an. Di tengah sorotan modernisasi yang kerap mengikis nilai-nilai luhur, wisuda ini hadir sebagai pengingat akan pentingnya fondasi keagamaan, sekaligus apresiasi atas perjuangan para santri cilik serta komitmen bersama dalam membentuk generasi muda berkarakter.

Melampaui Deretan Ayat: Fondasi Karakter di Era Digital

Asri Said, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa pendidikan Al-Qurโ€™an hari ini tak bisa berhenti pada kemampuan melafalkan huruf hijaiyah semata. Di hadapan para wisudawan dan hadirin, ia menyerukan sebuah visi yang lebih luas: pembinaan generasi muda harus berlangsung secara berkelanjutan, melampaui sebatas membaca Al-Qurโ€™an.

โ€œPendidikan Al-Qurโ€™an harus menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter, memantik kreativitas, serta membekali anak-anak dengan kemampuan adaptif menghadapi perkembangan zaman,โ€ ujar Asri Said. Ia percaya, anak-anak yang tumbuh di era serba cepat ini membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan; mereka perlu nilai-nilai yang kokoh dan jiwa yang lentur.

Pendekatan humanis, menurut Asri Said, menjadi kunci utama dalam proses pendidikan ini. Setiap anak adalah individu unik dengan karakter, potensi, dan gaya belajar yang berbeda. Lingkungan pendidikan, imbuhnya, harus mampu menciptakan rasa nyaman dan memberikan dukungan penuh, menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan mengembangkan diri.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: