Menuntaskan Barombong Adalah Bentuk Tanggung Jawab pada 240 M Uang Rakyat

Membangun stadion baru dengan menelantarkan Stadion Barombong yang telah menelan Rp240 miliar adalah bentuk nyata inefisiensi investasi publik, karena kebijakan yang rasional dan bertanggung jawab atas uang rakyat adalah menuntaskan aset yang ada demi masa depan ekonomi Sulawesi Selatan.

Menuntaskan Barombong Adalah Bentuk Tanggung Jawab pada 240 M Uang Rakyat
Aditya Putra Asnawing, S.Ak., MM, Ketua Harian IKA-ISMEI SULSELBARTRA. (Foto Ist)
Bacakan Artikel

intens.id

Oleh : Aditya Putra Asnawing, S.Ak., M.M

Ketua Harian Ikatan Alumni - Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA-ISMEI) SULSELBARTA

Intens.id - Pembangunan infrastruktur olahraga di Sulawesi Selatan harus dilakukan dengan pendekatan yang rasional, efisien, dan berbasis kepentingan jangka panjang masyarakat. Karena itu, secara ekonomi maupun tata kelola pembangunan, penggunaan anggaran APBN untuk melanjutkan proyek Stadion Barombong jauh lebih tepat dibanding membangun ulang stadion baru di kawasan Biringkanaya/GOR Sudiang.

Argumentasinya sangat jelas. Stadion Barombong bukan proyek baru dari nol. Infrastruktur tersebut sudah menelan anggaran sekitar Rp240 miliar dari uang rakyat dan sebagian konstruksi fisiknya telah berdiri. Artinya, negara sebenarnya tinggal menyelesaikan hambatan legalitas dan melanjutkan pembangunan agar aset tersebut dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: