Mentaktisi Keterbatasan Lahan, KKN Unhas Perkenalkan Hidroponik Modern untuk Ketahanan Pangan Desa Barombong

Mentaktisi Keterbatasan Lahan, KKN Unhas Perkenalkan Hidroponik Modern untuk Ketahanan Pangan Desa Barombong
Mentaktisi Keterbatasan Lahan, KKN Unhas Perkenalkan Hidroponik Modern untuk Ketahanan Pangan Desa Barombong. -Foto: Ist
Bacakan Artikel

"Sebenarnya tanaman hidroponik itu adalah tanaman yang sangat cocok bagi pemanfaatan pekarangan. Karena apa? Yang pertama, hemat air, kemudian sangat mudah digunakan, mudah dipelihara, terus mengurangi risiko hama dan penyakit. Terus dalam hasil panen itu lebih bersih karena tidak ada tanahnya," ujarnya, menyoroti berbagai keunggulan metode ini.

Keunggulan hidroponik, seperti penggunaan air yang lebih hemat, perawatan yang relatif mudah, serta hasil tanaman yang lebih bersih dan bebas dari residu tanah, menjadi nilai penting yang disampaikan kepada masyarakat. Metode ini tidak hanya menawarkan cara bercocok tanam yang berbeda dari konvensional, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi sederhana yang adaptif terhadap kondisi dan kebutuhan warga. Ini merupakan langkah strategis dalam mencapai ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui konsumsi sayuran segar yang ditanam sendiri.

Penerapan teknologi tepat guna di bidang pertanian, seperti hidroponik, menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan ketersediaan lahan dan perubahan iklim. Inovasi ini memungkinkan optimalisasi lahan pekarangan yang selama ini kurang termanfaatkan, mengubahnya menjadi sumber pangan produktif. Lebih jauh, program ini mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sekaligus membuka potensi ekonomi baru melalui penjualan hasil panen.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Unhas tidak hanya menransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan semangat inovasi dan keberlanjutan. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Barombong dalam bercocok tanam, memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal, serta mendukung terwujudnya pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan di masa depan. Upaya ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menciptakan solusi konkret untuk tantangan lokal.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2