Mahasiswa Bergerak, Warisan Peradaban Dipertaruhkan: Candi Muaro Jambi dalam Kepungan Stockpile Batu Bara

Mahasiswa Bergerak, Warisan Peradaban Dipertaruhkan: Candi Muaro Jambi dalam Kepungan Stockpile Batu Bara
Bacakan Artikel

Aspirasi tersebut mendapat respons dari Wakil Presiden yang meminta agar persoalan tersebut ditindaklanjuti dan menegaskan pentingnya menjaga kawasan cagar budaya. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti persoalan yang disampaikan.

Perjuangan itu kemudian berlanjut saat Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke Jambi. Dalam dialog tersebut, Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya kembali menyampaikan kekhawatiran mengenai keberadaan aktivitas industri di sekitar kawasan cagar budaya. Menteri Kebudayaan memberikan respons bahwa apabila perusahaan masih membandel, akan diusulkan untuk ditutup!.

Menurut Adji Permana, persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai konflik antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi semata. Yang dipertaruhkan adalah keberlangsungan warisan peradaban yang memiliki nilai universal bagi generasi mendatang.

โ€œLebih dari satu dekade, Candi Muaro Jambi belum berhasil memperoleh pengakuan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Salah satu persoalan yang terus menjadi perhatian adalah kondisi kawasan yang masih menghadapi tekanan dari aktivitas industri di sekitarnya. Selain berpotensi memengaruhi lanskap kawasan budaya, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan menimbulkan dampak lingkungan seperti debu dan gangguan terhadap ekosistem yang dapat memengaruhi upaya pelestarian situs bersejarah ini.โ€ ujar Adji.

Candi Muaro Jambi diyakini merupakan salah satu kompleks percandian terluas di Asia Tenggara. Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan pada masanya, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pertukaran ilmu pengetahuan yang didatangi para pelajar serta biksu dari berbagai wilayah Asia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: