Mahasiswa Bergerak, Warisan Peradaban Dipertaruhkan: Candi Muaro Jambi dalam Kepungan Stockpile Batu Bara

Mahasiswa Bergerak, Warisan Peradaban Dipertaruhkan: Candi Muaro Jambi dalam Kepungan Stockpile Batu Bara
Bacakan Artikel

Intens.id, Di tengah ambisi menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia UNESCO, ironi justru terjadi di lapangan. Salah satu kawasan situs cagar budaya nasional tersebut masih dihadapkan pada aktivitas industri yang dinilai berpotensi mengganggu kelestarian warisan peradaban tersebut. Di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, keberadaan stockpile batu bara menjadi sorotan karena lokasinya berada di sekitar kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai konsistensi negara dalam melindungi warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, arkeologi, dan peradaban yang luar biasa. Kawasan di sekitarnya masih menghadapi tekanan dari aktivitas industri yang dinilai berpotensi memengaruhi integritas kawasan.

Melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah telah menetapkan Satuan Ruang Geografis Muaro Jambi sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional dengan luas sekitar 3.981 hektare yang mencakup delapan desa. Penetapan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai penting yang wajib dijaga demi kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah bangsa.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi membentuk Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya (GEMA PB) sebagai wadah perjuangan untuk mengawal perlindungan Candi Muaro Jambi. Gerakan ini lahir dari keyakinan bahwa menjaga cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga merupakan tanggung jawab moral masyarakat, khususnya generasi muda.

Perjuangan GEMA PB mulai mendapat perhatian nasional ketika Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi. Dalam kesempatan tersebut, Adji Permana, aktivis Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya, menyampaikan langsung aspirasi agar pemerintah mengambil langkah tegas terhadap persoalan stockpile batu bara di sekitar Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: