Jaring Nusa Gelar Sharing Session Bahas Inisiatif Pemulihan Lingkungan dan Konservasi Kelola Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia

Intens.id, Makassar - Wilayah pesisir di Kawasan Indonesia Timur menghadapi berbagai ancaman baik yang sifatnya eksternal maupun internal. Krisis iklim dengan berbagai dampak turunannya seperti naikny...

Jaring Nusa Gelar Sharing Session Bahas Inisiatif Pemulihan Lingkungan dan Konservasi Kelola Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia
Bacakan Artikel
Muhammad Riszky

Seorang guru BK pada salah satu SMK di Makassar dan juga aktif menyuarakan isu lingkungan dengan bergabung dalam Sekretariat Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia.

[caption id="attachment_5773" align="aligncenter" width="1359"] Kondisi eksisting luas kawasan konservasi perairan Provinsi Maluku tahun 2024. (Paparan materi Frederik Willem Ayal)[/caption]

Ia menilai beberapa kerusakan ekosistem juga sedang terjadi di Maluku. Antara lain pembonan ikan, penebangan mangrove, pencemaran, penambangan karang, penggunaan jangkar di kawasan konservasi. Sehingga perlu adanya upaya nyata yang harus dilakukan secara kolaboratif.

โ€œAspek perlindungan dan penguatan perlu mendapatkan perhatian untuk pengelolaan kawasan konservasi,โ€ pungkasnya.

Sementara itu Syarifudin Azhari Kilbaren, Direktur Tunas Bahari Maluku turut menjelaskan upaya yang sedang dijalankan untuk melindungi wilayah pesisir dan laut di Seram Bagian Timur.ย 

Secara keseluruhan, bentuk pertumbuhan karang di calon kawasan konservasi Seram Bagian Timur didominasi oleh Coral Massive (39,40%) dan bentuk pertumbuhan terendah adalah Acropora Digitate (0,01%) dari total keberagaman karang yang dapat diidentifikasi pada 7 (tujuh) stasiun monitoring di calon kawasan konservasi Seram Bagian Timur.

Azhari juga menjelaskan kondisi padang lamun di Seram Bagian TImur. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, stasiun 6 yang terletak di Desa Namalena di Pulau Parang memiliki tingkat tutupan tertinggi dengan nilai 74,29 % dengan kategori padat kemudian disusul dengan stasiun 3 di Desa Gah dengan nilai 71,73 % dengan kategori padat.

โ€œTutupan terendah ditemukan di stasiun 4 di Desa Waru dengan rata rata 23,20% dengan kategori jarang,โ€ jelasnya.

Untuk mangrove sendiri terdapat 15 Jenis Mangrove Yang ditemukan pada keseluruhan stasiun pengamatan. Jenis mangrove yang sering ditemukan adalah Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, serta Rhizophora stylosa.

โ€œRata-rata tutupan kanopi pada 6 (enam) stasiun pengamatan adalah sedang (63,88%),โ€ ungkapnya.

[caption id="attachment_5774" align="aligncenter" width="799"] Analisis yang dilakukan untuk melihat kondisi ekosistem padang lamun di Seram Bagian Timur. (Foto: Tunas Bahari Maluku)[/caption]

Ia turut membeberkan tantangan tentang ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya laut tanpa strategi keberlanjutan. Menurutnya banyak komunitas pesisir, terutama nelayan tradisional, sangat bergantung pada hasil laut sebagai sumber utama mata pencaharian mereka.

โ€œTanpa strategi keberlanjutan seperti pembatasan tangkapan, penerapan zona konservasi, atau praktik perikanan berkelanjutan, eksploitasi berlebihan dapat terjadi,โ€ terang Azhari.

โ€œHal ini berpotensi menyebabkan penurunan stok ikan, degradasi ekosistem laut, serta hilangnya sumber penghidupan di masa depan,โ€ tambahnya.

Kurangnya edukasi dan sosialisasi mengenai konservasi dan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan menjadi tantangan dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut.

โ€œMengembangkan usaha berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan seperti ekowisata, budidaya perikanan ramah lingkungan dan pengembangan komoditi pertanian unggulan,โ€ jelasnya.

Melestarikan Penyu Donggala

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: