Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana: Wali Kota Ajak Seluruh Elemen Bangun Ketangguhan Bersama

Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana: Wali Kota Ajak Seluruh Elemen Bangun Ketangguhan Bersama
BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana.- Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.idMAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Langkah strategis ini diambil sebagai persiapan matang ketika bencana datang, demi meminimalkan dampak dan melindungi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan terhadap Bencana Kabupaten/Kota Makassar Tahun Anggaran 2026. Acara penting ini diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), pada Selasa (14/7/2026).

Apel kesiapsiagaan tersebut menjadi ajang konsolidasi dan penguatan sinergi lintas sektor yang melibatkan berbagai unsur penting. Hadir dalam apel tersebut perwakilan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, perangkat daerah, relawan kebencanaan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran beragam elemen ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Potensi bencana datang kapan saja, maka penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," ujar Appi, menekankan pentingnya partisipasi aktif dari setiap individu dan komunitas. Oleh karena itu, seluruh upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh, dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan daerah.

Munafri menjelaskan bahwa pelaksanaan apel kesiapsiagaan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Undang-undang tersebut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif dan berkesinambungan. Menurutnya, apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan momentum krusial untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

"Kegiatan ini merupakan momentum untuk menguatkan komitmen, menyatukan langkah, menguji kesiapan personel dan sumber daya, serta memperkokoh sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar," tuturnya.

Lebih lanjut, Munafri menilai bahwa budaya latihan yang dilakukan secara terpadu, terencana, dan berkesinambungan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi darurat. Melalui latihan rutin, simulasi kebencanaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah berharap seluruh unsur memiliki kemampuan merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Penguatan kesiapsiagaan ini, lanjut Appi, sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar, yakni Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan. Salah satu implementasi dari visi tersebut adalah membangun budaya sadar bencana sebagai bagian tak terpisahkan dari karakter masyarakat.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: