Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana: Wali Kota Ajak Seluruh Elemen Bangun Ketangguhan Bersama

Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana: Wali Kota Ajak Seluruh Elemen Bangun Ketangguhan Bersama
BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana.- Foto: Ist
Bacakan Artikel

"Budaya sadar bencana harus menjadi bagian dari karakter masyarakat, di mana setiap individu, keluarga, dan komunitas memiliki pemahaman terhadap risiko, mampu melakukan langkah-langkah mitigasi, serta siap bertindak secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat," sambung Appi.

Wali Kota Munafri juga menekankan pentingnya edukasi kebencanaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi ini dapat diwujudkan melalui berbagai program seperti pelatihan, simulasi, sosialisasi, hingga penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kelurahan. Langkah-langkah tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengurangi risiko bencana, tetapi juga untuk membangun masyarakat yang adaptif dan mampu pulih lebih cepat pascabencana.

"Melalui edukasi, latihan simulasi, dan penguatan kapasitas yang dilakukan secara berkelanjutan, kita tidak hanya mengurangi risiko bencana, tetapi juga membangun masyarakat yang adaptif dan mampu bangkit lebih kuat setelah bencana terjadi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Munafri turut mengingatkan bahwa Kota Makassar memiliki sejumlah potensi ancaman bencana yang harus menjadi perhatian bersama. Berdasarkan kajian risiko bencana, ancaman tersebut meliputi banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga banjir rob yang dipengaruhi oleh perubahan iklim.

Ia menyebut, perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi maupun intensitas berbagai kejadian bencana sehingga seluruh pihak dituntut untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini. Kesiapsiagaan, menurutnya, merupakan kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.

"Masyarakat harus memiliki kemampuan mengenali ancaman, melakukan penyelamatan secara mandiri, merespons keadaan darurat dengan tepat, serta mampu bangkit kembali setelah bencana," imbuh Wali Kota. Orang nomor satu Kota Makassar itu juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Build Back Better, yakni membangun kembali wilayah terdampak secara lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh setelah terjadi bencana.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, serta berorientasi pada keselamatan masyarakat. Tantangan kebencanaan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

"Maka, dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat," tegasnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: