Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana: Wali Kota Ajak Seluruh Elemen Bangun Ketangguhan Bersama

Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana: Wali Kota Ajak Seluruh Elemen Bangun Ketangguhan Bersama
BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana.- Foto: Ist
Bacakan Artikel

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memperbanyak edukasi dan latihan kebencanaan, serta menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing. Appi mengimbau agar kesiapsiagaan dijadikan sebagai budaya, kolaborasi sebagai kekuatan, dan ketangguhan sebagai karakter Kota Makassar.

"Semoga ikhtiar yang kita lakukan hari ini menjadi langkah nyata mewujudkan Makassar yang semakin aman, tangguh, adaptif, dan berketahanan terhadap berbagai ancaman bencana demi melindungi seluruh masyarakat serta mendukung pembangunan kota," tutup Munafri.

BPBD Makassar Jalin Kolaborasi dengan 23 Perguruan Tinggi, Cetak Ribuan Mahasiswa Tangguh Bencana

Pada kesempatan yang sama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar turut memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan. Sebagai langkah konkret, BPBD menjalin kerja sama dengan 23 perguruan tinggi di Kota Makassar untuk mencetak generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap kebencanaan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPBD Kota Makassar dan 23 perguruan tinggi, yang dilaksanakan dalam rangkaian Apel Kesiapsiagaan terhadap Bencana Kabupaten/Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 di Anjungan MNEK.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu terobosan strategis untuk memperkuat kapasitas kebencanaan melalui pengembangan sumber daya manusia sejak di lingkungan perguruan tinggi.

"Kolaborasi ini menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan di Kota Makassar," katanya.

Menurut Fadli, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar secara langsung di lapangan sesuai dengan ketentuan dan kurikulum masing-masing perguruan tinggi. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga pengalaman praktik yang komprehensif dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan kebencanaan.

"Mahasiswa akan belajar langsung di lapangan sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanggulangan bencana," ujar Fadli.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: