Dekonstruksi Kekerasan terhadap Perempuan dalam Perspektif Nilai Islam: Studi Kasus Kendari

Oleh: Gita Salsabila Kasus penganiayaan terhadap perempuan di Kendari akibat kecemburuan pasangan menunjukkan bahwa kekerasan dalam relasi masih sering dipicu oleh ego, emosi, dan hilangnya kontrol d...

Dekonstruksi Kekerasan terhadap Perempuan dalam Perspektif Nilai Islam: Studi Kasus Kendari
Bacakan Artikel

Dalam Al-Qurโ€™an, Allah menegaskan larangan berbuat aniaya dan memerintahkan keadilan dalam setiap hubungan, termasuk dalam relasi antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menegaskan bahwa kekerasan sama sekali tidak memiliki legitimasi dalam ajaran Islam.

Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga martabat diri dan lingkungan sosialnya. Dalam Islam, perempuan didorong untuk memiliki kesadaran akan hak-haknya, keberanian bersuara, serta kemampuan melindungi diri dari relasi yang merugikan.

Diam terhadap kekerasan bukanlah bentuk kesabaran yang dianjurkan, melainkan dapat memperpanjang kezaliman. Islam justru mendorong umatnya untuk mencegah kemungkaran dan menegakkan keadilan, termasuk dengan melaporkan tindakan kekerasan.

Di sisi lain, laki-laki dalam perspektif Islam memiliki tanggung jawab besar sebagai pemimpin yang adil dan pelindung, bukan sebagai pelaku kekerasan. Kepemimpinan dalam Islam didasarkan pada akhlak, tanggung jawab, dan kasih sayang, bukan pada kekuasaan atau rasa memiliki yang berlebihan.

Kasus ini seharusnya menjadi pelajaran bahwa pemahaman agama yang keliru dapat berujung pada tindakan yang bertentangan dengan nilai Islam itu sendiri.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: