BRIN Luncurkan LAHSADIMIN, Solusi Sampah Perkotaan

BRIN Luncurkan LAHSADIMIN, Solusi Sampah Perkotaan
BRIN Luncurkan LAHSADIMIN, Solusi Sampah Perkotaan. (Foto: BRIN)
Bacakan Artikel
Arman Jaya

Artikel terbaru dari Arman Jaya (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Teknologi ini fokus pada konversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair yang tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga berkelanjutan.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, Agus Kismanto, menjelaskan dalam acara BRIN EnviroTalk #55 bertema "Eksposs BRIN: Hasil Kaji Terap Teknologi Pengelolaan Sampah Perkotaan" yang digelar secara daring belum lama ini, bahwa perjalanan pengembangan LAHSADIMIN dimulai dari Generasi 1.

Versi awal ini dirancang dengan kapasitas pengolahan 400 kilogram sampah plastik per hari, menggunakan jenis plastik Polipropilena (PP), Polistirena (PS), dan Polietilena (PE) sebagai bahan baku. Sistem operasinya semi-kontinu, memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar, dan mampu beroperasi hingga tiga hari tanpa henti, menghasilkan minyak plastik mentah sekitar 300 liter per hari.

Namun, Agus tak menampik bahwa LAHSADIMIN Generasi 1 menghadapi sejumlah tantangan signifikan. "Pasokan bahan baku yang belum stabil serta hasil produksi sekitar 300 liter per hari belum mampu menutup biaya operasional," terangnya.

Selain itu, keekonomiannya juga belum cukup menarik bagi investor, sehingga pengembangannya belum optimal.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: