Intens.id, Jakarta – Badan Pengawas dan Konsultasi Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (BPK ISMEI) memberikan apresiasi terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI dinilai berhasil mendorong tren positif pertumbuhan ekonomi di ibu kota.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh perwakilan BPK ISMEI, Rhafli Anugrah Akbar, dalam sebuah forum diskusi ekonomi di Jakarta. Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi sekaligus merespons perkembangan ekonomi daerah secara kritis dan objektif.
Rhafli menilai stabilitas ekonomi Jakarta saat ini menunjukkan progres yang signifikan. Indikatornya terlihat dari meningkatnya aktivitas sektor usaha, penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta iklim investasi yang semakin kondusif.
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta menunjukkan progres yang baik. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan strategis yang pro-investasi dan pro-UMKM,” ujar Rhafli dalam keterangannya di forum tersebut.
Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah saat ini cukup adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi, baik di level nasional maupun global. Transformasi digital dan penguatan sektor ekonomi kreatif disebut sebagai kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan tersebut.
Selain itu, Rhafli menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang mendukung mobilitas barang dan jasa. Kebijakan yang berbasis pada keberlanjutan (sustainable development) dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi ekonomi Jakarta sebagai pusat niaga.
Berdasarkan data terbaru, Jakarta tetap menjadi kontributor utama perekonomian nasional. Sektor perdagangan, jasa keuangan, dan industri kreatif masih menjadi penopang utama yang memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif.
Meski memberikan pujian, BPK ISMEI tetap memberikan catatan konstruktif. Rhafli menekankan perlunya pemerataan pertumbuhan hingga ke wilayah pinggiran Jakarta serta penguatan jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan.
Sebagai penutup, Rhafli berharap Pemprov DKI terus membuka ruang partisipasi bagi generasi muda dalam perumusan kebijakan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjaga posisi Jakarta sebagai motor penggerak ekonomi nasional.





