UNM Kenalkan Pembelajaran Literasi Berbasis Multisensori kepada Komunitas Guru Hebat Berbagi Kabupaten Pangkep

UNM Kenalkan Pembelajaran Literasi Berbasis Multisensori kepada Komunitas Guru Hebat Berbagi Kabupaten Pangkep
UNM Kenalkan Pembelajaran Literasi Berbasis Multisensori kepada Komunitas Guru Hebat Berbagi Kabupaten Pangkep. Foto: Ist
Bacakan Artikel

Pembelajaran literasi berbasis multisensori juga diharapkan dapat membantu guru mempertimbangkan keberagaman karakteristik peserta didik dalam merancang kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran Literasi Berbasis Multisensori Penting karena Melibatkan berbagai Indera siswa dalam proses Belajar, sehingga siswa tidak hanya Membaca atau Mendengar, tetapi juga dapat melihat, Menyentuh, dan Melakukan Aktivitas yang Berkaitan dengan Materi Pembelajaran.

Dari Konsep Menuju Praktik Pembelajaran

Penyampaian materi literasi berbasis multisensori tidak berhenti pada pemahaman konsep. Setelah mendapatkan materi, peserta diarahkan untuk menerapkannya melalui Workshop Perancangan Skenario Pembelajaran Inovatif.

Dalam workshop tersebut, peserta bekerja secara berkelompok dengan pendampingan fasilitator. Guru menyusun rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan Pembelajaran Literasi Berbasis Multisensori.

Hasil rancangan kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Narasumber memberikan penguatan dan umpan balik terhadap rancangan yang telah dibuat oleh peserta.

Rangkaian ini memberikan kesempatan kepada guru untuk mengubah pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan menjadi rancangan pembelajaran yang lebih konkret dan dapat dikembangkan untuk diterapkan di sekolah.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: