Jusuf Kalla Dorong Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT Libatkan Masyarakat, Target 6 Bulan Lewat Gotong Royong

Jusuf Kalla Dorong Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT Libatkan Masyarakat, Target 6 Bulan Lewat Gotong Royong
Jusuf Kalla Dorong Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT Libatkan Masyarakat: Target 6 Bulan Lewat Gotong Royong. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.id, Maumere - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mendesak percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, fokus utama setelah penanganan tanggap darurat adalah melibatkan masyarakat secara aktif dalam membangun kembali tempat tinggal mereka.

Pernyataan ini disampaikan Jusuf Kalla saat mengunjungi posko pengungsian gempa di Gelora Samador dan posko BPBD Kabupaten Sikka, Maumere, NTT, pada Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, JK didampingi Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Sekretaris Jenderal PMI AM Fachir, perwakilan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), serta jajaran pengurus PMI Pusat.

Gotong Royong Model Yogyakarta Jadi Contoh

JK menjelaskan bahwa Indonesia, sebagai negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik, memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Namun, ia mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama setelah tragedi tsunami Aceh 2004.

"Sekarang sikap masyarakat sudah berubah. Begitu ada gempa, masyarakat yang tinggal di pinggir pantai langsung mencari tempat yang lebih tinggi. Itu sebabnya korban tidak banyak terjadi karena kesadaran masyarakat sudah meningkat," ujar JK.

Meski demikian, gempa memiliki dampak spesifik yang merusak bangunan, berbeda dengan bencana lain. JK menegaskan bahwa setiap korban, berapa pun jumlahnya, tetap harus menjadi perhatian. "Namanya gempa tetap punya korban. Satu orang pun tetap korban," katanya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: