Studi Sun Life Ungkap Fakta 80% Masyarakat Indonesia Terjepit Tekanan Biaya Hidup, Literasi Keuangan Jadi Kunci

Studi Sun Life Ungkap Fakta 80% Masyarakat Indonesia Terjepit Tekanan Biaya Hidup, Literasi Keuangan Jadi Kunci
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Indonesia Terjepit Tekanan Biaya Hidup, Literasi Keuangan Jadi Kunci.(Foto: Ist)
Bacakan Artikel

Individu yang melek finansial, yaitu mereka yang mampu memahami, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan secara tepat, menunjukkan tingkat kepercayaan diri finansial yang jauh lebih tinggi. Mereka mencatat skor 53 poin lebih tinggi dalam indeks kepercayaan finansial (skala 100 poin) dan tiga kali lebih mungkin merasa siap menghadapi kenaikan biaya hidup. Mereka juga memiliki tingkat optimisme terhadap kondisi keuangan di masa depan yang 47 poin lebih tinggi dan secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mengalami stres finansial secara berkelanjutan dibandingkan mereka yang memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih rendah. Selain itu, individu dengan literasi finansial yang baik lebih siap menghadapi keadaan darurat serta memiliki kebiasaan perencanaan jangka panjang yang lebih konsisten.

Manfaat perencanaan keuangan jangka panjang pun terlihat jelas. Di antara responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang, 86% merasa yakin dapat mencapai tujuan keuangan mereka, jauh berbeda dengan hanya 25% di antara mereka yang tidak memiliki rencana. Selain itu, 78% merasa siap menghadapi keadaan darurat finansial, dibandingkan hanya 13% pada responden yang tidak memiliki perencanaan keuangan jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga membentuk cara seseorang merespons tekanan ekonomi. Di tengah kenaikan biaya hidup, kemampuan untuk mengevaluasi pilihan, memprioritaskan pengeluaran, dan merencanakan ke depan menjadi semakin penting.

Membangun Kepercayaan di Era AI: Peran Teknologi dan Penasihat Keuangan

Kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan kini semakin diuji oleh perkembangan baru, yaitu meningkatnya penggunaan teknologi AI sebagai sumber panduan keuangan. Di tengah semakin kompleksnya pengambilan keputusan keuangan, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi keuangan melalui platform digital dan teknologi berbasis AI. Sebanyak 68% responden mengaku menggunakan generative AI untuk mencari informasi dan panduan keuangan, dan 67% memperkirakan penggunaan teknologi ini akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan. Temuan ini menempatkan Indonesia di antara negara-negara terdepan dalam adopsi generative AI untuk kebutuhan panduan keuangan di Asia.

Bagi banyak masyarakat, AI kini menjadi sarana yang praktis untuk memahami topik keuangan, membandingkan pilihan, dan membantu pengambilan keputusan sehari-hari. Studi ini juga menemukan bahwa tingkat adopsi generative AI lebih tinggi di kalangan individu dengan tingkat literasi keuangan yang baik. Walau teknologi dapat memperluas akses terhadap informasi keuangan, literasi keuangan tetap menjadi fondasi penting yang membantu individu mengevaluasi informasi secara kritis dan mengambil keputusan keuangan yang tepat.

Meskipun demikian, di tengah meningkatnya adopsi generative AI, peran penasihat keuangan tetap dianggap penting, terutama untuk keputusan yang lebih kompleks dan berdampak jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan melengkapinya. Teknologi membantu masyarakat mengakses informasi dengan lebih cepat, sementara panduan profesional tetap menjadi sumber kepercayaan dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih besar dan strategis.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: