Setelah 16 Tahun Mary Jane Veloso Bebas, Beranda Migran Serukan Perjuangan Perlindungan Pekerja Migran

Setelah 16 Tahun Mary Jane Veloso Bebas, Beranda Migran Serukan Perjuangan Perlindungan Pekerja Migran
Pembebasan Mary Jane dan Aksi Advokasi Beranda Migran, (Doc,Ist)
Bacakan Artikel

Intens.id, Yogyakarta - ‎Beranda Migran menyambut pembebasan Mary Jane Veloso setelah Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengonfirmasi pemberian absolute pardon kepadanya Pada Hari Jumat (25/09/2026). Konfirmasi tersebut juga diberitakan Philippine News Agency pada hari yang sama.

‎Setelah lebih dari 16 tahun berada dalam kurungan besi di dua negara, Mary Jane akhirnya memperoleh kebebasan yang selama ini diperjuangkan oleh keluarga dan jaringan solidaritas di Filipina, Indonesia, serta berbagai negara lainnya.

‎Pembebasan tersebut, menurut Beranda Migran, merupakan buah dari perjuangan panjang dan tak kenal lelah yang dilakukan Mary Jane dan keluarganya, organisasi pekerja migran, kelompok perempuan, organisasi masyarakat sipil, organisasi keagamaan, kelompok hak asasi manusia, pengacara, aktivis, serta jaringan solidaritas internasional.

‎Selama bertahun-tahun, dari berbagai penjuru dunia, mereka tidak berhenti melakukan kampanye, petisi, aksi jalanan, doa bersama, lobi politik, advokasi hukum, kampanye media, penggalangan dukungan internasional, hingga berbagai bentuk tekanan publik kepada pemerintah Indonesia dan Filipina.

‎Bahkan setelah Mary Jane dipindahkan dari Indonesia ke Filipina pada Desember 2024, perjuangan tidak berhenti.

‎Pada Juni 2026, keluarga dan organisasi pendukung kembali turun ke jalan menuntut pembebasan penuh Mary Jane. Pada saat yang sama, Mary Jane akhirnya dapat memberikan kesaksian dalam perkara perdagangan orang terhadap perekrutnya setelah proses tersebut tertunda selama bertahun-tahun.

‎Karena itu, ketika Presiden Marcos akhirnya memberikan absolute pardon, Beranda Migran menilai keputusan tersebut harus dilihat dalam konteks perjuangan yang telah berlangsung jauh sebelum pemerintah mengambil keputusan.

‎Menurut Beranda Migran, pemerintah tidak tiba-tiba menemukan alasan kemanusiaan untuk membebaskan Mary Jane. Alasan kemanusiaan tersebut telah disuarakan oleh gerakan rakyat selama bertahun-tahun.

‎Presiden Marcos memang mengonfirmasi pada 25 September 2026 bahwa ia telah menandatangani pengampunan tersebut sehari sebelumnya. Pemerintah Filipina sebelumnya menyatakan pertimbangan absolute pardon didasarkan pada alasan kemanusiaan.

‎Sejak Mary Jane ditangkap pada 2010, keluarga dan organisasi masyarakat sipil telah berulang kali mengingatkan bahwa kasusnya tidak dapat dilepaskan dari kerentanan perempuan pekerja migran terhadap perdagangan orang, perekrutan ilegal, penipuan, dan eksploitasi oleh jaringan kriminal.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: