Satu Dekade MAPASKA, Melalui 'Mannanro Nakku' Anak Muda Kajang Buktikan Adat Bisa Selamatkan Bumi

Satu Dekade MAPASKA, Melalui 'Mannanro Nakku' Anak Muda Kajang Buktikan Adat Bisa Selamatkan Bumi
Satu Dekade MAPASKA: Harmoni Budaya dan Lingkungan dalam Mannanro Nakku -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Keceriaan kian pecah tatkala permainan tradisional (Akkarena) seperti donggak, cangkong, dan galacang dimainkan kembali oleh generasi muda. Di sudut lain, para siswa SMA tampak antusias mengikuti pelatihan Single Rope Technique (SRT) sebuah keterampilan dasar penjelajahan alam yang dibagikan oleh instruktur MAPASKA.

Memasuki malam hari, panggung kesenian membakar semangat para peserta. Atraksi memukau Tari Pabbitte Passappu, alunan syahdu alat musik meniup Basing, tuturan sastra lisan Sinrilik oleh Arif Dg Rate, hingga pementasan Rupama oleh pegiat budaya Rusli Mallatong, sukses membius penonton. Suasana haru dan haru penuh rasa syukur menyelimuti Pantai Ujung Cinta saat pemotongan tumpeng menandai puncak perayaan Milad ke-10 MAPASKA, yang dilanjutkan dengan panggung ekspresi bebas.

Ketua Umum MAPASKA, Awaluddin Nur, menegaskan bahwa acara ini lahir dari ikhtiar merawat ingatan kolektif. Mannanro Nakku membawa spirit merawat rasa rindu: rindu akan alam yang lestari dan rindu akan akar budaya yang selaras dengan nilai-nilai Pasapasang ri Kajang.

"Di momentum 10 tahun ini, kami ingin menegaskan kembali komitmen MAPASKA untuk terus menjadi garda terdepan. Kami berharap ini bukan sekadar agenda seremoni biasa, melainkan gerakan berkelanjutan yang menyalakan api kesadaran generasi muda," ujarnya

Jagai Linoa Nanajaga Tokki: Aksi Nyata untuk Alam

Dampak positif kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan pegiat budaya lokal. Rusli Mallatong menilai paduan seni dan aksi lingkungan yang diusung MAPASKA sangat relevan dengan ajaran leluhur Kajang.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: