Satu Dekade MAPASKA, Melalui 'Mannanro Nakku' Anak Muda Kajang Buktikan Adat Bisa Selamatkan Bumi

Satu Dekade MAPASKA, Melalui 'Mannanro Nakku' Anak Muda Kajang Buktikan Adat Bisa Selamatkan Bumi
Satu Dekade MAPASKA: Harmoni Budaya dan Lingkungan dalam Mannanro Nakku -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.id, Bulukumba - Bagi masyarakat Kajang, alam dan kebudayaan bukanlah dua hal yang berdiri sendiri. Keduanya terikat dalam filosofi hidup yang saling menopang. Spirit inilah yang dihidupkan kembali oleh Mahasiswa Pemerhati Alam dan Seni Budaya Kajang (MAPASKA) melalui perhelatan Wisata Alam dan Budaya bertajuk โ€œMannanro Nakku Vol. 1โ€ yang berlangsung meriah pada Sabtu dan Minggu, 25โ€“26 Juli 2026.

Kegiatan yang berpusat di dua lokasi, Pantai Ujung Cinta di Desa Lolisang dan Kawasan Adat Ammatoa di Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang ini menjadi kado istimewa bagi perjalanan satu dekade MAPASKA dalam mengawal kelestarian tradisi dan lingkungan lokal.

Rangkaian acara diawali pada Sabtu pagi di Pantai Ujung Cinta. Suasana sakral langsung terasa saat penyambutan peserta diiringi Anggaru dan indahnya Tari Tope Le'leng, sebelum akhirnya dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Lolisang.

Pantai yang riuh oleh hembusan angin laut itu mendadak menjelma menjadi ruang diskusi ilmiah nan hangat lewat Bincang Sastra dan Seminar Kebudayaan. Tiga narasumber, Wahidin, S.Pd., Andi Syarifuddin, dan Asriandi dipandu moderator Reskianto, mengupas tuntas kearifan lokal Kajang di hadapan para peserta.

Tak berhenti pada wacana, festival ini menyuguhkan pengalaman indrawi yang kaya. Sepanjang siang hingga malam, pengunjung disuguhi Pameran Kebudayaan yang memajang artefak tradisional, pakaian adat khas Kajang, serta galeri fotografi. Bau harum gula merah dan beras ketan merambah udara saat demonstrasi penganan khas Kajang, Dumpi Eja dan Ruhu'-ruhu', digelar secara langsung.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:

Whats Your Reaction

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow