Pengetahuan Adat Terancam Punah di Balik Upaya Pelestarian Alam

Pengetahuan Adat Terancam Punah di Balik Upaya Pelestarian Alam
Ketika Konservasi Hutan Mengancam Pengetahuan Hidup Berdampingan dengan Alam. (Foto: ist)
Bacakan Artikel
Arman Jaya

Artikel terbaru dari Arman Jaya (lihat semua)

Upaya ini sejalan dengan fokus Konferensi PBB untuk Keanekaragaman Hayati (CBD COP17) yang akan diselenggarakan di Armenia pada Oktober tahun ini, dalam mempercepat tindakan nyata untuk menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati hingga tahun 2030.

Dengan demikian, tantangan konservasi hari ini bukan hanya mencegah hilangnya hutan dan spesies semata. Lebih dari itu, tantangan sesungguhnya adalah memastikan bahwa cara-cara hidup bersama alam yang telah diwariskan lintas generasi oleh Masyarakat Adat tidak ikut punah, melainkan diakui, dilindungi, dan diintegrasikan sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi pelestarian lingkungan global.

Working Group ICCAs Indonesia (WGII) merupakan kelompok kerja atau konsorsium yang dibentuk pasca Simposium ICCAs yang diselenggarakan di Bogor pada 14 Oktober 2011. Saat ini, anggota WGII terdiri dari 9 (sembilan) organisasi masyarakat sipil, di antaranya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), HuMa Indonesia, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat (PUSAKA), Sawit Watch, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), NTFP-EP Indonesia, serta Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA).

Pilih Halaman: