Pengetahuan Adat Terancam Punah di Balik Upaya Pelestarian Alam

Pengetahuan Adat Terancam Punah di Balik Upaya Pelestarian Alam
Ketika Konservasi Hutan Mengancam Pengetahuan Hidup Berdampingan dengan Alam. (Foto: ist)
Bacakan Artikel
Arman Jaya

Artikel terbaru dari Arman Jaya (lihat semua)

Praktik-praktik tersebut lahir dari proses observasi yang panjang, disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan bentang alamnya secara spesifik. Sebagai contoh, di Masyarakat Adat Kasepuhan, Jawa Barat, dikenal konsep leuweung titipan, leuweung tutupan, dan leuweung garapan yang memiliki fungsi berbeda.

Mulai dari kawasan yang bersifat sakral dan menjadi sumber mata air, kawasan yang menjaga tanaman penting dan obat tradisional, hingga wilayah yang dapat dimanfaatkan secara terbatas dan diatur melalui mekanisme adat yang ketat.

Terputusnya Regenerasi Pengetahuan Adat

Salah satu bentuk krisis biokultural yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah terputusnya regenerasi pengetahuan dari para tetua adat kepada generasi muda.

โ€œSalah satu bentuk krisis biokultural hari ini adalah matinya regenerasi pengetahuan dari para tetua adat kepada generasi muda,โ€ ujar Cindy.

Ia menekankan bahwa warisan biokultural bukanlah konsep abstrak, melainkan sebuah sistem hidup yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, โ€œKita perlu mengembalikan perspektif pengelolaan sumber daya alam berdasarkan praktik yang sudah lama hidup dalam keseharian Masyarakat Adat.โ€

Menyoroti urgensi ini, Working Group ICCAs Indonesia (WGII) telah aktif mendokumentasikan lebih dari satu juta hektare wilayah ICCAs (Indigenous Peoples and Local Community Conserved Territories and Areas). Ini adalah wilayah yang secara mandiri dijaga, dilindungi, dan dikelola oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal berdasarkan kearifan lokal dan pengetahuan tradisional sebagai warisan biokultural mereka.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: