Pemuda Makassar Nobar Film 'Sungai Plastik', Diajak Pahami Hak dan Kelas Sungai

Diskusi usai pemutaran film dokumenter Sungai Plastik di Makassar mengajak lebih dari 50 pemuda untuk memahami kewenangan dan hak-hak sungai, serta aktif terlibat dalam perlindungan ekosistemnya

Pemuda Makassar Nobar Film 'Sungai Plastik', Diajak Pahami Hak dan Kelas Sungai
Puluhan Pemuda Makassar Membaca Sungai: Dorong Gerakan Jaga Ekosistem dan Haknya
Bacakan Artikel

Pentingnya Memahami Kelas dan Hak Sungai

Dalam sesi diskusi, Prigi Arisandi menekankan pentingnya memahami kelas atau kewenangan sungai sebagai langkah awal dalam upaya pelestarian. Menurutnya, pemahaman ini krusial agar masyarakat tahu kepada siapa harus menyampaikan aspirasi atau aduan terkait pencemaran.

โ€œKita harus tahu dulu sungai ini berada di bawah kewenangan siapa. Apakah sungai nasional, sungai provinsi, atau sungai kabupaten/kota. Kalau kita memahami kelas sungainya, kita tahu kepada siapa kita harus menyampaikan aspirasi ketika terjadi pencemaran,โ€ ujar Prigi.

Ia menjelaskan, pembagian kewenangan ini berkaitan erat dengan pengelolaan daerah aliran sungai, pemantauan kualitas air, hingga penegakan kebijakan lingkungan. Prigi juga mengajak peserta untuk "membaca sungai" secara langsung, melalui pengamatan kondisi air, vegetasi riparian, keberadaan ikan, serangga air, dan indikasi pencemaran plastik.

Sementara itu, peneliti ECOTON Amirudin memperkenalkan konsep River Rights atau Hak Sungai. Pendekatan ini memandang sungai sebagai entitas hidup yang memiliki hak untuk mengalir, bebas dari pencemaran, mempertahankan fungsi ekologisnya, serta dipulihkan dari kerusakan. Konsep ini merupakan bagian dari gerakan Rights of Nature yang berkembang di berbagai negara.

โ€œSelama ini kita selalu berbicara tentang hak manusia atas air. Padahal sungainya sendiri juga memiliki hak untuk tetap hidup, tetap mengalir, dan menjalankan fungsi ekologisnya,โ€ jelas Amirudin.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: