Pemerintah & Neo Devide Et Impera: Probabilitas Civil War

Pemerintah & Neo Devide Et Impera: Probabilitas Civil War
Muh Arya Dwi Madaprama
Bacakan Artikel

Semula hubungan antar kerajaan ternate dan tidore begitu erat sebagai wilayah yang satu kepulauan dan salah satu penghasil rempah-rempah (cengkeh), akan tetapi keterlibatan Portugis maupun spanyol dengan model Devide et Impera membuat hubungan kedua kerajaan tersebut retak dan berujung pada peperangan, sedangkan spanyol dan Portugis mendapatkan bagian dan menjadi pahlawan atas konflik yang telah diciptakan.

Senada dengan peristiwa tersebut, sebagai negara yang cukup lama menjajaki indonesia, belanda juga tidak luput menerapkan Devide et Impera dalam perjalanannya untuk membangun pengaruh dan kekuasaan di indonesia. Seperti perpecahan kerajaan mataram yang berujung pada perjanjian Giyanti & Konflik Sumatera barat yang berakhir diatas perjanjian Padri

Dari beberapa rangkaian perpecahan di indonesia akibat politik Devide et Impera, satu hal yang bisa dipastikan bahwa pihak yang menerapakan politik adu domba selalu memiliki tangan yang bersih, menjadi heroik, bahkan mendapatkan upeti yang sangat menguntungkan bagi pelakunya.

Kendati pelaku dari politik adu domba Devide et Impera selalu identik diduduki oleh Kolonial, namun bukan berarti hal tersebut sebagai sesuatu yang permanen, bisa saja semua hal mengenai kejadian tersebut dapat berubah selaras dengan teori Evolusi Darwin.

Perubahan tersebut dapat meliputi aktor atau tokoh pelaksana, metodologi yang digunakan, tujuan yang ingin dicapai dan keuntungan yang dapat diterima dalam mengaplikasikan politik adu domba, sehingga belakangan ini saya mencoba menganalisis transisi politik adu domba dalam beberapa tahun keberlangsungan pemerintahan, terkhusus di Era Pemerintahan hari ini yang cukup menuai kontroversial dengan beberapa Program

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: