Pascagempa Flores, JK Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Gotong Royong dan Pendidikan

Pascagempa Flores, JK Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Gotong Royong dan Pendidikan
Pascagempa Flores: JK Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Gotong Royong dan Pendidikan
Bacakan Artikel

JK menjelaskan, penanganan bencana memiliki dua tahap utama: tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi. Setelah kebutuhan dasar seperti tenda, makanan, layanan kesehatan, dan air bersih terpenuhi, perhatian harus diarahkan pada pembangunan kembali rumah dan fasilitas masyarakat yang rusak.

"Rekonstruksi membutuhkan biaya besar. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab, tetapi masyarakat juga harus mengambil inisiatif untuk ikut membangun kembali," tegasnya.

Ia mendorong agar pembangunan kembali dilakukan secara gotong royong dengan dukungan pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Bantuan berupa material seperti semen dan seng disebutnya dapat membantu masyarakat mempercepat pemulihan. Dalam kesempatan itu, JK juga menyoroti kerusakan sejumlah masjid akibat gempa. Ia meminta pengurus masjid setempat segera mendata kebutuhan perbaikan serta menyiapkan masjid sementara agar aktivitas ibadah dan kehidupan keagamaan masyarakat tetap berjalan. "Dewan Masjid akan berusaha mengumpulkan kemampuan dan bantuan untuk membantu masjid-masjid yang rusak," janji JK.

Selain infrastruktur, JK menyoroti pentingnya menjaga pendidikan anak-anak korban bencana. Ia mengaku banyak menerima permintaan dari masyarakat bukan hanya terkait kebutuhan pangan, tetapi juga perlengkapan sekolah. Perhatian masyarakat terhadap pendidikan ini, menurutnya, menunjukkan kesadaran bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada ilmu pengetahuan.

"Pendidikan tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Masa depan bangsa tergantung pada tingkat pendidikan, pengetahuan, dan kemampuan menjalankan ilmu tersebut," ungkapnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: