Menitipkan Anak pada Sistem yang Rapuh, Pulang Lewat Jalan yang Rentan

Setiap pagi, ada jutaan ibu di Indonesia yang melakukan satu hal yang sama, yakni menelan rasa bersalah. Mereka meninggalkan anaknya di rumah, di tangan pengasuh, atau di daycare dengan satu doa y...

Menitipkan Anak pada Sistem yang Rapuh, Pulang Lewat Jalan yang Rentan
Bacakan Artikel

Kita tidak bisa menghindari semua kemungkinan buruk, tapi kita bisa memastikan untuk tidak ikut membuka jalannya. Karena yang dipertanyakan kelak bukan hanya apa yang terjadi, tapi apa yang sudah kita lakukan untuk mencegahnya.

Sejatinya, kita tidak kekurangan ibu yang kuat. Kita sedang kekurangan sistem yang serius.

Jika lebih dari setengah perempuan Indonesia bekerja, maka daycare bukan lagi pilihan tambahan, tapi kebutuhan utama, dan transportasi publik bukan lagi fasilitas, melainkan tulang punggung kehidupan. Keduanya harus aman, tanpa kompromi.

Sebagai ibu bekerja, saya tidak meminta kemewahan. Saya hanya meminta sesuatu yang seharusnya menjadi hak paling dasar. Tempat yang aman untuk anak saat saya bekerja, dan jalan yang aman agar bisa pulang memeluknya.

Karena bagi seorang ibu, dunia ini sederhana: Pergi dengan doa, dan pulang dengan selamat.

Jika itu saja belum bisa dijamin, maka yang perlu dipertanyakan bukan ketangguhan ibu, melainkan keseriusan kita dalam menjaga kehidupan. Wallahu aโ€™lam bisshawab.

Pilih Halaman: