Menitipkan Anak pada Sistem yang Rapuh, Pulang Lewat Jalan yang Rentan

Setiap pagi, ada jutaan ibu di Indonesia yang melakukan satu hal yang sama, yakni menelan rasa bersalah. Mereka meninggalkan anaknya di rumah, di tangan pengasuh, atau di daycare dengan satu doa y...

Menitipkan Anak pada Sistem yang Rapuh, Pulang Lewat Jalan yang Rentan
Bacakan Artikel

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุณูŽุงุฆูู„ูŒ ูƒูู„ู‘ูŽ ุฑูŽุงุนู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุฑู’ุนูŽุงู‡ู

Terjemahnya: "Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas mengingatkan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Maka ketika sistem gagal melindungi dan gagal memastikan keselamatan di transportasi publik, ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan kelalaian amanah.

Allah Subhanahu wa Taโ€™ala juga menegaskan dalam Quran Surah Al-Maidah ayat 32 bahwa menjaga satu kehidupan sama seperti menjaga seluruh manusia.

Namun hari ini, kita seperti terbiasa dengan berita kehilangan. Kita berduka. Kita marah. Lalu kita lupa.

Benar, takdir tidak pernah salah alamat. Jika sesuatu memang harus terjadi, ia akan menemukan jalannya. Karenanya, kita sering berlindung di balik kata takdir, seolah itu alasan untuk berhenti berbenah. Padahal takdir tidak pernah memerintahkan kita untuk abai.

Jika kecelakaan terjadi karena sistem yang lalai, jika anak terluka karena pengawasan yang lemah, maka itu bukan semata takdir, tapi hasil dari sesuatu yang dibiarkan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: