Konsolidasi Gerakan Agroekologi di Makassar, Petani Sulsel Bersatu Menuju Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria

Konsolidasi Gerakan Agroekologi di Makassar, Petani Sulsel Bersatu Menuju Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria
Konsolidasi Gerakan Agroekologi di Makassar, Petani Sulsel Bersatu Menuju Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria
Bacakan Artikel

Burhan juga menyoroti belum adanya pemetaan kolektif dalam hal pemasaran dan regulasi yang memihak petani. Persoalan keberlanjutan ini diamini peserta lain, yang menyebut banyak program pertanian ramah lingkungan terhenti di tengah jalan karena tidak ditopang oleh regulasi daerah yang mengikat serta penguatan kapasitas komunitas secara terus-menerus.

Membangun Kekuatan Kolektif dan Rekomendasi Kebijakan

Guna mengatasi hambatan pemasaran dan permodalan, beberapa komunitas telah merintis kelembagaan ekonomi mandiri. Pengalaman pembentukan usaha bersama berbasis saham rakyat hingga pengelolaan koperasi sektor riil, seperti komoditas gula aren yang melibatkan ribuan petani, menjadi bahan pembelajaran berharga dalam forum tersebut.

Melalui konsolidasi ini, para peserta menyepakati pembentukan tim kerja bersama serta mekanisme koordinasi simpul gerakan agroekologi se-Sulawesi Selatan. Jaringan ini dirancang untuk menjalankan program kunjungan silang antarpetani (farmer-to-farmer), memperkuat skema pemasaran mandiri, serta menyusun rekomendasi kebijakan pangan dan agraria berbasis hak asasi petani. Rekomendasi ini nantinya akan disodorkan kepada pemerintah daerah serta DPRD untuk dipertimbangkan.

Konsolidasi di Makassar ini menjadi pijakan awal untuk menganyam kembali jaringan yang sempat terpisah, mengubah potensi individual menjadi kecerdasan kolektif. Dengan langkah ini, komunitas petani di Sulawesi Selatan optimistis mampu menghadirkan arah baru bagi pemulihan ekologis dan kedaulatan pangan perdesaan di tengah tantangan yang semakin kompleks.

Pilih Halaman: