Konsolidasi Gerakan Agroekologi di Makassar, Petani Sulsel Bersatu Menuju Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria

Konsolidasi Gerakan Agroekologi di Makassar, Petani Sulsel Bersatu Menuju Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria
Konsolidasi Gerakan Agroekologi di Makassar, Petani Sulsel Bersatu Menuju Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria
Bacakan Artikel

"Agroekologi tidak sebatas praktik pertanian, tetapi menjadi rumah bersama. Ketika berbicara agroekologi, kita bicara tentang pengetahuan, pemajuan teknologi, serta praktik yang berakar pada tradisi petani. Sistem yang adil harus menempatkan petani sebagai pelaku yang berdaulat," ujar Armin. Ia menekankan pentingnya membangun keterikatan antar-komunitas agar gerakan masyarakat sipil di akar rumput tidak mudah rapuh dan memiliki satu suara.

Kebutuhan akan peralihan pola tanam semakin mendesak. Model pertanian monokultur berbasis bahan sintetis terbukti menurunkan kesuburan tanah, mencemari sumber air, serta menggerus keanekaragaman hayati lokal. Di sisi lain, laju alih fungsi lahan untuk perkebunan skala besar, tambang, dan proyek infrastruktur terus menyempitkan ruang gerak petani, nelayan, dan masyarakat adat. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian iklim, yang memicu pergeseran musim tanam, bencana, dan ledakan hama, membuat petani rentan terjerat utang serta memicu keengganan generasi muda untuk bertani.

Hambatan Konsolidasi dan Keberlanjutan

Sejumlah tantangan krusial di lapangan turut dipetakan oleh para peserta konsolidasi. Burhan, salah satu perwakilan peserta, menguraikan beberapa hambatan mendasar yang membuat inisiatif lokal sulit berkembang pesat.

"Masalah utama yang kita hadapi bersama adalah tidak adanya wadah konsolidasi yang berkelanjutan. Produk dan inisiatif lokal berjalan sendiri-sendiri, kekuatan belum terhubung, dan relasi antar-lembaga sering kali masih berbasis proyek jangka pendek," ungkap Burhan. Ia menambahkan, ketergantungan pada pendampingan luar sering membuat gerakan terhenti saat program berakhir, tanpa meninggalkan perangkat pendidikan atau kelembagaan lokal yang berkelanjutan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: