Jelajah Sungai Balantieng, Menyingkap Potensi Alam dan Budaya, Memicu Harapan Pelestarian di Bulukumba

Jelajah Sungai Balantieng, Menyingkap Potensi Alam dan Budaya, Memicu Harapan Pelestarian di Bulukumba
Jelajah Sungai Balantieng, Menyingkap Potensi Alam dan Budaya, Memicu Harapan Pelestarian di Bulukumb
Bacakan Artikel

Intens.id, Bulukumba - Kejernihan air yang mengalir di antara bebatuan, rimbunnya pepohonan di sepanjang bantaran, serta jejak kehidupan masyarakat yang telah lama menyatu dengan sungai menjadi pemandangan yang mengiringi Jelajah Sungai Balantieng pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Kegiatan yang menempuh jalur melalui Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba ini merupakan bagian integral dari rangkaian Festival 3 Sungai Kabupaten Bulukumba, sebuah inisiatif untuk menggalang kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai-sungai di daerah tersebut.

Ekspedisi ini bukan sekadar penjelajahan biasa, melainkan sebuah misi untuk merekam secara langsung kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang tersimpan di sepanjang Sungai Balantieng. Selama kurang lebih enam jam, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA, para peserta menyusuri bantaran Sungai Balantieng dengan jarak sekitar 7 kilometer.

Medan yang dilalui tidak selalu mudah; tebing yang terjal, bebatuan besar yang licin, akar-akar pohon yang menjulur, serta jalur sempit di tepian sungai menjadi tantangan tersendiri. Namun, perjalanan tersebut justru membuka ruang bagi peserta untuk melihat secara langsung wajah Sungai Balantieng dari dekat, bukan sekadar sebagai aliran air, melainkan sebagai ruang hidup yang menyimpan segudang potensi dan makna.

Kegiatan jelajah ini memiliki tujuan yang komprehensif. Pertama, mengamati kondisi fisik bantaran sungai, termasuk tingkat erosi, vegetasi, dan kualitas air. Kedua, mengidentifikasi berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang berkembang di kawasan Sungai Balantieng, seperti potensi pencemaran atau perubahan tata guna lahan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: